Bripka Sarno, Olah Lahan Kosong Jadi Kebun Sayuran, Hasilnya untuk Masyarakat
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 20 Jan 2023
- visibility 3.350
- comment 0 komentar

Bripka Sarno menunjukkan pare hasil budidayanya. (Foto: Dok. Polres Kebumen)
Problemnya adalah dia tidak memiliki lahan yang memadai untuk menanam. Selanjutnya dia pun berinisiasi meminta izin kepada pemilik tanah berukuran 9×23 meter yang berada di samping rumahnya untuk dimanfaatkan membudiayakan beragam tanaman sayuran.
“Tanah itu sudah dibangun pondasi rumah, tetapi daripada nganggur saya pinjam pakai untuk ditanami sayuran untuk meringankan beban masyarakat sekitar,” imbuh pria yang hobi memasak tersebut.
Baca Juga: Dunia Terbalik dalam Lukisan Kapri
Saat itulah dia mulai mengelola lahan menanami dengan beragam sayuran. Sebelum maupun setelah jam kantor, Bripka Sarno merawat tanaman dengan tekun.
Untuk menanam cabai dia menggunakan karung bekas pakan udang yang diisi dengan media tanam. Ada sekitar 200 karung berisi media tanam yang dia tanami cabai.
Awal-awal tak jarang dia diledek oleh warga karena dianggap terlalu ngoyo. Sudah mendapatkan gaji dari negara masih masih sibuk berkebun. Selain itu, di luar jam kerja di juga masih sempat nuturi keong di sawah untuk pakan itik peliharaanya.
“Setelah mulai bisa dipanen, sayuran saya bagi-bagikan kepada warga,” kata alumnus STM Nawa Bhakti Kebumen 1998 tersebut.
Dia pun heran karena warga yang tidak dia bagi sayuran mengucapkan terima kasih. Ternyata, oleh warga yang mendapatkan sayuran berlebih mereka bagikan lagi kepada orang lain yang lebih membutuhkan.
“Di situ, saya merasa senang karena apa yang saya lakukan bisa dinikmati masyarakat luas,” ujarnya.
Apa yang dilakukan oleh Bripka Sarno bukan tanpa kendala. Salah satunya, karena tanah bersifat numpang ternyata oleh yang punya pondasi bangunan akan diurug menggunakan batu wadas. Pada saat itu juga dia juga membersihkan tanaman.
“Setelah urugan mapan, lahan boleh ditanami kembali. Tetapi karena urugan berupa batu padas, tidak bisa ditanami. Akhirnya saya modal membeli tanah merah dua colt dan pupuk organik. Setelah itu kami olah bersama untuk menanam sayuran kembali,” ujarnya seraya menyebutkan modal tanah, pupuk, bibit, hingga peralatan murni dari dirinya pribadi.
Menjadi Inspirasi Masyarakat Sekitar

Bripka Sarno bersama dengan warga sekitar. (Foto: Dok. Polres Kebumen)
Apa yang dilakukan oleh Bripka Sarno menjadi inspirasi bagi warga masyarakat untuk berkebun demi kelangsungan hidup. Selain itu, hati masyarakat di sekitar lingkungannya juga tergerak. Masyarakat yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan hingga pekerja serabutan mulai datang ke kebun untuk bersama-sama membantu merawat tanaman sayur mayur tersebut.
“Setelah mengetahui hasilnya, mereka jadi semakin semangat. Sekarang justru warga mendukung sekali atas apa yang saya lakukan,” lanjutnya.
Selain sayur mayur, di rumahnya Bripka Sarno juga membudidayakan bebek serta ikan lele. Lagi-lagi hasilnya budidaya tersebut juga bukan untuk diri sendiri melainkan untuk diberikan kepada masyarakat. Temasuk telur itik tersebut juga diberikan kepada warga sekitar.







Saat ini belum ada komentar