Kisah Cepetan Alas dan Joko Sangkrip Warnai Lomba Bertutur Disarpus Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Rab, 23 Apr 2025
- visibility 1.459
- comment 0 komentar

Peserta Lomba Bertutur menceritakan kisah Cepetan Alas. (Foto: Hari)
Apresiasi bagi Pemenang
Disarpus Kebumen berencana memberikan apresiasi kepada para pemenang pada acara Puncak Literasi Kabupaten Kebumen yang diperkirakan akan digelar paling cepat pada bulan Juli mendatang.
Bahkan, Disarpus tengah berkolaborasi dengan Nyalanesia untuk mewujudkan Puncak Literasi tingkat nasional yang rencananya akan dipusatkan di Kebumen selama tiga hari.
Sigit juga menyampaikan bahwa Kebumen mencatatkan skor Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sebesar 78,81 (dengan deviasi standar 16,55), melampaui skor IPLM nasional (73,52) dan Jawa Tengah (70,57), sekaligus menempatkannya sebagai yang terbaik di tingkat provinsi.
Kriteria Penilaian
Sementara itu Arif Dana Putra, salah satu juri yang merupakan seorang praktisi, menjelaskan empat kriteria utama penilaian dalam lomba ini.
“Kami akan menilai penampilan peserta, teknik bertutur atau bercerita yang meliputi olah vokal, gerak, dan suara, penguasaan materi cerita, serta kemampuan atau potensi peserta untuk dikembangkan,” jelasnya.
Lomba ini mengusung tema dongeng dan cerita daerah Kebumen atau muatan lokal Kebumen. Beberapa peserta terpantau membawakan cerita menarik seperti “Cepetan Alas” dan “Joko Sangkrip”.
Dengan digelarnya Lomba Bertutur ini, Disarpus Kebumen menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan literasi dan kecintaan terhadap budaya lokal di kalangan generasi muda, sekaligus memperkuat posisi Kebumen sebagai kabupaten dengan tingkat literasi terbaik di Jawa Tengah.







Saat ini belum ada komentar