108 Tahun Aisyiyah: Dari Dapur Keluarga, Bangun Ketahanan Pangan Nasional
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 25 Mei 2025
- visibility 737
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Organisasi perempuan Aisyiyah merayakan Milad ke-108 dengan penuh semangat di Pendopo Kabumian, Minggu 25 Mei 2025. Acara ini dihadiri Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Sekda Edi Rianto, Wakil Ketua DPRD Khalisha Adelia Aziza, para pimpinan OPD, tokoh Aisyiyah dan Muhammadiyah, serta perwakilan organisasi perempuan lainnya seperti GOW dan Muslimat Nahdlatul Ulama.
Bupati Lilis Nuryani menyampaikan kebanggaannya atas peran Aisyiyah yang di usianya ke-108 tahun, tak hanya hadir sebagai organisasi perempuan, melainkan sebagai gerakan pembawa harapan.
“Dakwahnya menyejukkan. Geraknya nyata. Manfaatnya dirasakan sampai ke akar rumput,” ujar Bupati Lilis.
Bupati secara khusus mengapresiasi kontribusi Aisyiyah yang tak pernah lelah dalam berbagai bidang.
“Dari pendidikan, kesehatan, ekonomi umat, hingga penguatan keluarga, semua dilakukan dengan hati. Dengan cinta. Dengan keikhlasan,” tambahnya.
Lilis Nuryani juga menyoroti berbagai permasalahan gender di Kebumen, seperti terbatasnya akses pendidikan bagi kaum perempuan, serta kerentanan keluarga terhadap masalah kesehatan, ekonomi, dan kekerasan dalam rumah tangga. Ia pun mengajak anggota Aisyiyah untuk turut serta dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
“Pemerintah butuh tangan-tangan lembut tapi kuat seperti Aisyiyah. Tangan yang penuh kasih sayang, tapi juga penuh tekad dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam dan keadilan sosial,” serunya.
Bupati yakin, pemberdayaan perempuan akan berujung pada penguatan keluarga dan masyarakat.
“Saya yakin, jika perempuan berdaya, maka keluarga akan kuat. Jika keluarga kuat, maka masyarakat pun akan tangguh. Dan dari sanalah pembangunan yang sesungguhnya dimulai,” tegasnya.
Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayyibah
Sementara itu Ketua PD Aisyiyah Kebumen, Navi Agustina, menjelaskan bahwa tema Milad Aisyiyah tahun ini adalah: Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayyibah menuju Ketahanan Nasional. Tema ini diangkat sebagai ajakan konkret untuk menjawab tantangan bangsa hari ini.
“Tema ini mengajak kita bagaimana mewujudkan kemandirian pangan dari akar rumput, dari desa-desa, dan dari keluarga-keluarga kita,” jelas Navi.
Konsep Qaryah Thayyibah yang menjadi cita-cita besar Muhammadiyah dan Aisyiyah, bertujuan membangun masyarakat yang sehat secara spiritual, sosial, dan ekonomi. Navi menambahkan, untuk mewujudkannya diperlukan lingkungan yang baik, pangan yang halal dan sehat, serta pendidikan yang berkualitas.
Aisyiyah secara aktif mensosialisasikan kepada warga dan lingkungan untuk menciptakan kemandirian pangan dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah serta mengolah bahan alam menjadi makanan sehat dan bergizi.
“Pada kesempatan kali ini, dari masing-masing cabang/kecamatan menampilkan hasil olahan makanan yang sehat bergizi. Tadi banyak disajikan makanan-makanan asli produk Aisyiyah, ada jamu, makanan kering, dan makanan basah,” ungkap Navi.
Navi optimistis bahwa ketahanan pangan di tingkat keluarga akan memperkuat Indonesia secara keseluruhan.
“Dari pekarangan rumah, dari kebun kecil, dari dapur ibu-ibu Aisyiyah, mari kita bangun kekuatan pangan yang tangguh, berdaya, dan membawa maslahat,” pungkasnya.







Saat ini belum ada komentar