Jamjaneng Kebumen Siap Bergema Lagi: Sosialisasi WBTb hingga Rencana Pentas Kolosal
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 55 menit yang lalu
- visibility 39
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Dalam upaya memperkuat perlindungan dan pemajuan seni tradisi sebagai kekayaan budaya daerah, Sosialisasi Pementasan Seni Tradisi Jamjaneng digelar di GOR Desa Karangsari, Kecamatan Sruweng, Sabtu 10 Oktober 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan pelaku kesenian Jamjaneng dari berbagai wilayah di Kabupaten Kebumen. Acara tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Ketua Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kebumen, Ki Muhammad Basikun Mualim (Ki Petruk), serta Maestro Jamjaneng Kebumen sekaligus Ketua Umum Paguyuban Seni Tradisional Jamjaneng Kebumen (Pastrajakkeb), BE Susilohadi, S.Pd.
Dalam pemaparannya, Ki Muhammad Basikun Mualim menyampaikan bahwa kesenian Jamjaneng telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Mendikbudristek RI sejak 7 Desember 2021.
Seni musik tradisional ini tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Kebumen, menyimpan nilai kebersamaan, spiritualitas, gotong royong, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Ki Petruk berharap melalui sosialisasi ini tumbuh kesadaran bersama akan pentingnya menjaga keberlanjutan Jamjaneng—baik melalui pementasan, regenerasi pelaku seni, pendokumentasian, maupun penguatan peran masyarakat.
Menurutnya, pementasan bukan sekadar pertunjukan, melainkan sarana menghidupkan kembali hubungan antara kesenian, masyarakat, dan nilai budaya di dalamnya.
“Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kebumen memandang bahwa pemajuan kebudayaan harus bertumpu pada tradisi yang hidup di tengah masyarakat. Pengakuan WBTb merupakan momentum awal yang perlu ditindaklanjuti dengan langkah nyata agar seni ini tetap dipraktikkan dan berkembang,” tegas Ki Petruk.
Sementara itu, BE Susilohadi menjelaskan bahwa selain memberikan materi teknis mengenai Pakem Cara Nabuh Terbang, sosialisasi ini juga menjadi ajang persiapan pementasan Jamjaneng Kolosal. Pementasan mendatang direncanakan melibatkan sekitar 400 pemain dari 20 grup Jamjaneng.
Pementasan kolosal ini merupakan obsesi BE Susilohadi sejak memimpin Pastrajakkeb lebih dari dua tahun lalu. Pagelaran kali ini menjadi edisi kedua setelah sukses menggelar pementasan kolosal pertama pada tahun 2025 di GOR Pandansari, Kecamatan Sruweng. Untuk tahun ini, pementasan dirancang melibatkan lebih banyak seniman.
Sebagai langkah keberlanjutan, BE Susilohadi berharap Pastrajakkeb ke depan mendapatkan kesempatan lebih luas untuk menggelar kegiatan edukasi dan regenerasi Jamjaneng bagi generasi muda Kebumen. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar