Kukuhkan Pengurus Baru, Jamjaneng Pejagoan Siap Perkuat Regenerasi Seni Tradisional
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sen, 2 Nov 2026
- visibility 149
- comment 0 komentar

PEJAGOAN (KebumenUpdate.com) – Pendopo Kecamatan Pejagoan menjadi saksi digelarnya pengukuhan pengurus Paguyuban Seni Tradisional Jamjaneng Kabupaten Kebumen (Pastrajakkeb) Kecamatan Pejagoan pada Senin pagi, 2 November 2026.
Acara pengukuhan ini dihadiri oleh ratusan pelaku seni dari lebih dari 30 grup Jamjaneng se-Kecamatan Pejagoan. Suasana semakin meriah dengan penampilan sejumlah grup Jamjaneng lokal yang unjuk kebolehan di sela-sela acara.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Koordinator Seni dan Tradisi Lisan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kebumen, Pekik Sat Siswonirmolo; Maestro Jamjaneng Kebumen sekaligus Ketua Umum Pastrajakkeb Kabupaten Kebumen, B.E. Susilohadi, S.Pd.; jajaran Forkopimcam Pejagoan; serta sejumlah kepala desa di wilayah Kecamatan Pejagoan.
Penyelenggaraan kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Camat Pejagoan, Rusta Nurhayati. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pelestarian seni tradisional Jamjaneng merupakan wujud nyata dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Kebumen sekaligus memajukan kearifan lokal.
Mengingat seni tradisi Jamjaneng telah mengantongi sertifikat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb), Rusta berharap proses regenerasi dapat terus berjalan. Terlebih, syair-syair Jamjaneng sarat akan ajaran ketauhidan, syiar agama Islam, serta pesan untuk memperkokoh persatuan bangsa.
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Camat Pejagoan yang membacakan naskah Surat Keputusan (SK) pengukuhan. SK tersebut kemudian diserahkan kepada Pembina Pastrajakkeb Kecamatan Pejagoan yang juga Kepala Desa Peniron, Triyono Adi, didampingi Ketua Pastrajakkeb Kecamatan Pejagoan, Nur Kholis, serta Ketua Umum Pastrajakkeb Kabupaten Kebumen, B.E. Susilohadi, S.Pd.
Sementara itu, B.E. Susilohadi—yang akrab disapa Bambang BE—menilai bahwa perkembangan Jamjaneng akhir-akhir ini menunjukkan tren positif.
Hal ini dibuktikan dengan maraknya berbagai kegiatan pelestarian, seperti Festival Jamjaneng, Lomba Jamjaneng Kreasi, Pentas Seni Tradisional Jamjaneng Kolosal di Pandansari (Sruweng), Pentas Rutin Pastrajakkeb di Condongcatur (Sruweng), hingga pengukuhan pengurus tingkat kecamatan ini.
Ia berharap ke depannya Jamjaneng semakin berkembang dan mampu menyelenggarakan pertemuan rutin dengan dukungan para pemangku kepentingan setempat.
Menjelang akhir acara, momen menarik dan menyita perhatian hadirin disuguhkan oleh penampilan grup Jamjaneng Tunas Pusaka MI Peniron di bawah asuhan Suwarno. Seluruh pemain dalam grup ini merupakan siswa-siswi kelas 4 dan 5 madrasah ibtidaiyah tersebut.
Penampilan memukau dari generasi muda MI Peniron ini menjadi bukti nyata bahwa upaya regenerasi seni Jamjaneng di Kecamatan Pejagoan telah berjalan dengan baik, sekaligus memberikan harapan besar bagi kelestarian budaya tradisional di masa depan. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar