Rytha Sariedova, Guru SD yang Manfaatkan TikTok untuk Promosikan UMKM Kebumen
- account_circle Anindya Astadewi
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 91
- comment 0 komentar

Rytha Sariedova berdialog dengan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya tiba di Taman Reptil Desa Adiluhur, Kecamatan Adimulyo, Kebumen. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Di tengah kesibukannya mengajar di sekolah dasar, Rytha Sariedova memiliki aktivitas lain yang tak kalah produktif. Perempuan asal Kebumen ini memanfaatkan TikTok untuk memperkenalkan warung makan, pedagang kaki lima, kedai kopi, hingga berbagai produk lokal yang belum banyak dikenal masyarakat.
Melalui akun TikTok @kebumsky, Rytha berupaya membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas jangkauan promosi. Ia mendatangi tempat usaha, merekam produk, menunjukkan lokasi berjualan, kemudian membagikan video tersebut agar lebih banyak orang mengenalnya.
Aktivitas itu berawal dari keprihatinannya melihat banyak usaha kecil di Kebumen memiliki produk menarik, tetapi belum mendapatkan perhatian yang cukup. Rytha kemudian berinisiatif memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi yang mudah dijangkau masyarakat.
Pada awalnya, ia tidak memungut bayaran. Rytha membuat konten semata-mata untuk membantu memperkenalkan usaha masyarakat. Baginya, ada kepuasan tersendiri ketika sebuah warung kecil mendapatkan pelanggan baru setelah videonya ditonton.
“Dulu awal-awal bikin sama sekali enggak dibayar. Memang murni buat promosi UMKM. Sekarang lumayan, in this economy, sangat membantu,” kata Rytha.
Seiring waktu, aktivitas yang semula dilakukan secara sukarela itu berkembang menjadi peluang penghasilan tambahan. Ia mulai menjalin kerja sama dengan sejumlah pelaku usaha, termasuk toko fesyen lokal. Pakaian yang dikenakannya ketika mengikuti workshop konten digital di Desa Adiluhur, misalnya, merupakan salah satu produk dari toko yang bekerja sama dengannya.
Media sosial membuka kesempatan baru bagi Rytha untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperluas jaringan kerja. Ia tetap menjalankan profesinya sebagai guru, tetapi juga memiliki ruang untuk berkarya dan membantu pelaku UMKM memasarkan produk mereka.
Berawal dari Kepedulian terhadap UMKM
Bagi Rytha, membuat konten bukan sekadar merekam dan mengunggah video. Ia berusaha menyampaikan informasi yang dapat membantu calon konsumen menemukan produk atau tempat usaha yang dipromosikan.
Warung makan, kedai kopi, pedagang kaki lima, hingga produk fesyen lokal menjadi bagian dari konten yang dibuatnya. Dengan memanfaatkan platform digital, usaha yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar berpeluang menjangkau audiens yang lebih luas.
Pengalaman Rytha memperlihatkan bahwa media sosial dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Kreativitas digital tidak selalu harus berorientasi pada popularitas pribadi, tetapi juga bisa menjadi sarana mendukung pertumbuhan usaha masyarakat.
Kisah tersebut mendapat perhatian Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya ketika mengunjungi Taman Reptil Adiluhur, Kebumen, dalam kegiatan Aktivasi Desa Kreatif. Rytha berkesempatan menceritakan pengalamannya membuat konten sekaligus memperkenalkan sejumlah peserta workshop yang telah memperoleh penghasilan dari aktivitas digital.
Dalam kesempatan itu, Riefky menyimak cerita para peserta mengenai cara mereka memulai, mengembangkan konten, hingga menemukan peluang komersial melalui platform digital.
Menurut Riefky, kreativitas dan potensi ekonomi tidak hanya tumbuh di perkotaan. Desa juga memiliki sumber daya, kekayaan budaya, serta peluang usaha yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi apabila didukung keterampilan dan akses pasar.
“Dari cerita Rytha dan Pak Totok kita belajar, kreativitas bisa tumbuh dari berbagai hal sederhana di sekitar kita. Ada yang memanfaatkan teknologi untuk membantu UMKM, ada yang mengembangkan produk lokal melalui riset dan inovasi. Potensi itu sudah ada. Tugas kita adalah membantu mereka meningkatkan kapasitas, membuka akses, dan menghubungkan karya mereka dengan pasar yang lebih luas,” ujar Riefky.
Peluang Ekonomi dari Keterampilan Digital
Pengalaman Rytha menjadi salah satu gambaran potensi yang ingin dikembangkan melalui program Aktivasi Desa Kreatif di Desa Adiluhur. Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif menghadirkan lima program peningkatan kapasitas masyarakat, meliputi konten digital, penyiaran, jasa teknologi informasi dan komunikasi, literasi bisnis, serta seni pertunjukan.
Melalui Workshop Konten Digital, sebanyak 50 peserta mendapatkan pembekalan mengenai pembuatan konten dan pemanfaatan platform digital untuk mempromosikan produk lokal.
Program lainnya mencakup pelatihan public speaking dan storytelling, penguatan citra profesional dalam bisnis, pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan, hingga pengembangan kualitas karya serta manajemen seni pertunjukan.
Riefky berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut melalui pendampingan, penguatan jejaring, dan pembukaan akses pasar. Dengan demikian, masyarakat desa dapat mengembangkan keterampilan menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan. Makin Tahu Indonesia
- Penulis: Anindya Astadewi
- Editor: Hanny Garnet







Saat ini belum ada komentar