Menteri Ekraf Tinjau Desa Wisata Adiluhur, Dorong Konten Kreator Lokal Miliki Daya Saing Global
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 73
- comment 0 komentar

Menteri Ekonomi Kreatif / Badan Ekonomi Kreatif (MenEkraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, melakukan kunjungan kerja ke Desa Wisata Adiluhur, Kecamatan Adimulyo. (Foto: Hari)
ADIMULYO (KebumenUpdate.com) — Menteri Ekonomi Kreatif / Badan Ekonomi Kreatif (MenEkraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, melakukan kunjungan kerja ke Desa Wisata Adiluhur, Kecamatan Adimulyo, Minggu 1 November 2026.
Kunjungan ini, yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah, bertujuan untuk meninjau langsung program Aktivasi Desa Kreatif guna memperkuat ekosistem ekonomi berbasis potensi lokal.
Dalam arahannya, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa kementeriannya berkomitmen memperkuat talenta dan produk industri kreatif yang sudah berjalan di berbagai desa, sejalan dengan arahan Presiden untuk mengoptimalkan potensi yang ada tanpa harus selalu membangun dari awal.
“Kami minta agar tidak perlu membangun baru, tetapi perkuat yang sudah ada. Karena kita tahu banyak talenta luar biasa, brand, dan produk industri kreatif dari berbagai desa, dan itu yang kita perkuat,” ujar Teuku Riefky saat meninjau lokasi kegiatan.
Ia juga menambahkan bahwa program aktivasi desa kreatif pada kuartal keempat ini dilaksanakan di 80 desa di seluruh Indonesia, termasuk di Desa Adiluhur, dengan fokus pada pelatihan konten digital, public speaking, seni pertunjukan, hingga akses pembiayaan dan model bisnis.
Sementara itu, Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah menyambut baik kehadiran Menteri Ekraf di wilayahnya. Ia menilai kehadiran program ini menjadi momentum penting sebagai daya ungkit untuk menggerakkan perekonomian masyarakat serta membantu Kebumen keluar dari tantangan kemiskinan daerah.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Konten Digital Kemenekraf, Yuana Rochma Astuti, memaparkan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia sangat besar dan ditargetkan mencapai Rp5.000 triliun per tahun hingga 2030, di mana konten digital menyumbang kontribusi signifikan.
Melalui pelatihan bertema “Affiliate Gaji UMR”, para generasi muda dan pegiat ekraf di Kebumen didorong untuk memanfaatkan platform digital secara konsisten guna memperoleh penghasilan yang kompetitif.
Manfaat pelatihan tersebut dirasakan langsung oleh para peserta, salah satunya Rita, seorang guru asal Kecamatan Kebumen yang juga aktif sebagai content creator. Ia mengaku mendapat banyak wawasan praktis mengenai potensi pemasaran produk digital, seperti kosmetik, yang bisa dikerjakan hanya bermodalkan telepon seluler.
“Menambah insight terutama untuk saya yang sehari-harinya berprofesi sebagai guru tetapi juga nyambi jadi content creator. Cukup dengan HP dan koneksi internet, kita bisa banget menambah penghasilan. Terlebih bahannya sudah disiapkan, jadi sangat worth it,” ungkap Rita.
Rita menambahkan, meskipun persaingan di dunia digital cukup ketat, konsistensi dalam memproduksi konten menjadi kunci utama. Dari ketelatenannya memanfaatkan peluang affiliate kosmetik tersebut, ia mampu mengantongi penghasilan bulanan di atas UMR Kebumen.
Pelaksanaan program di Desa Adiluhur sendiri terbagi di sejumlah titik meliputi Taman Reptil Adiluhur, Omah Budaya, Koperasi Desa, dan Balai Desa Adiluhur, yang melibatkan berbagai direktorat teknis di bawah naungan Kementerian Ekonomi Kreatif. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar