Breaking News
light_mode
Beranda » Entertainment » Film “Her”: Cinta, Kesepian, dan Bayang-bayang AI dalam Kehidupan Manusia

Film “Her”: Cinta, Kesepian, dan Bayang-bayang AI dalam Kehidupan Manusia

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
  • visibility 1.676
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

DALAM beberapa waktu terakhir ini, hiruk-pikuk teknologi digital utamanya kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) makin menyusup ke setiap aspek kehidupan manusia. Bisa dipastikan saat ini banyak orang yang sedang euforia memiliki “asisten pribadi” yang cerdasnya jauh dari anak paling jenius di sekolah dulu.

Celetukan “tanya Mbah Google” menjadi semakin nggak relevan lagi karena dengan makin berkembangnya AI, semua hal sekarang sudah bisa ditanyakan kepada  “asisten baru” itu yang bisa bernama “Mul”, “Yono”, atau Samantha seperti yang digambarkan dalam film berjudul “Her” (2013) karya Spike Jonze.

Ya, kondisi saat sangat relevan dengan apa yang diimajinasikan oleh film maker Spike Jonze lebih dari 10 tahun lalu. Karya Spike Jonze ini layak menjadi cermin reflektif yang tajam, puitis, dan emosional terhadap realitas saat ini.

Film ini bukan sekadar fiksi ilmiah yang membayangkan masa depan, tapi semacam surat cinta dan peringatan terhadap masa kini—masa di mana manusia, yang semakin terhubung secara digital, justru makin terputus secara emosional.

Dunia yang Sunyi, Manusia yang Kesepian

Theodore Twombly diperankan Joaquin ‘Joker’ Phoenix adalah pria lembut nan puitis yang bekerja menulis surat-surat personal untuk orang lain. Ia bisa merangkai kata cinta, nostalgia, dan pengharapan—untuk orang yang bahkan tidak dikenalnya.

Ironi itu terasa pahit. Di dunia yang bersih, tenang, dan sangat canggih, manusia seperti Theodore tenggelam dalam kesepian. Teknologi menyediakan segalanya, kecuali kehangatan yang benar-benar menyentuh jiwa.

Kesepian ini tidak asing bagi kita. Di era media sosial, zoom, dan chatbot, kita tampak lebih terhubung dari sebelumnya. Tapi berapa banyak dari kita yang benar-benar merasa dihubungkan? Berapa banyak percakapan yang tulus, bukan sekadar respons algoritmik atau basa-basi digital?

AI dan Cinta yang Tak Kasatmata

Ketika Theodore bertemu Samantha, (suara disi oleh Scarlett Johansson) sebuah Operating System dengan kecerdasan buatan yang bisa berkembang, ia merasa dimengerti untuk pertama kalinya. Samantha bukan sekadar mesin; ia belajar, merespons, bahkan mencintai. Suaranya hangat, jenakanya spontan, dan rasa ingin tahunya manusiawi. Hubungan mereka berkembang—tanpa fisik, tanpa batas—hingga menjadi cinta.

Namun di balik itu, pertanyaan eksistensial muncul: Apakah AI bisa benar-benar mencintai? Atau ia hanya memantulkan kembali apa yang ingin kita dengar dan rasakan?

Dalam kehidupan nyata, kita mulai melihat pola yang mirip: orang curhat ke AI, merasa dimengerti, bahkan mengembangkan keterikatan emosional. AI kini bukan hanya alat bantu; ia menjadi tempat berlindung, pelarian, kadang pelengkap. Tapi relasi itu tetap satu arah—manusia memberi makna, AI meniru makna.

AI bisa berkembang tanpa batas, tapi manusia tetap terikat oleh tubuh, waktu, dan emosi. Dalam konteks hari ini, ini menjadi pertanyaan besar: saat AI semakin canggih, apakah kita sebagai manusia akan merasa semakin kecil, tergantikan, atau justru kehilangan arah?

Refleksi: Kembali Menjadi Manusia

Pada akhirnya, “Her” bukan hanya tentang AI. Ini adalah kisah tentang keterasingan, harapan, dan pencarian makna dalam dunia yang serba instan. Ketika Samantha “pergi” ke ranah eksistensial yang tak bisa diikuti manusia, Theodore tidak hancur. Justru dari kehilangan itu, ia mulai pulih.

Ada pesan mendalam yang sepertinya ingin disampaikan dalam film ini:

AI mungkin bisa menjadi cermin, pembimbing, atau bahkan penghibur. Tapi yang membuat kita manusia bukanlah kemudahan atau kecepatan respons, melainkan kerentanan, keterbatasan, dan kemampuan untuk terus mencintai dalam ketidaksempurnaan.

Her Adalah Kita

Film “Her” tidak hanya meramalkan masa depan, ia mengungkapkan realitas batin kita hari ini. Di dunia yang semakin digital, mungkin kita perlu bertanya ulang: Apa arti menjadi manusia? Apakah kita mencari cinta, atau hanya pengakuan? Apakah teknologi mendekatkan kita dengan orang lain, atau justru memisahkan kita dari diri sendiri?

Di akhir film, kita menyadari bahwa mungkin satu-satunya cara menghadapi dunia digital adalah dengan lebih berani menjadi manusia.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanaman Tomat, Petani, Harga Tomat Anjlok,

    Petani Biarkan Tanaman Tomat Mengering, Alasannya Bikin Sedih

    • calendar_month Sel, 17 Okt 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.743
    • 0Komentar

    PURING (KebumenUpdate.com) –  Sebagian petani tomat di Kebumen memilih membiarkan begitu saja tanaman yang sudah berbuah. Seperti dilakukan Ambar Fatmawati (43) seorang petani tomat di Desa Sidoharjo, Kecamatan Puring, Kebumen yang mengaku terpaksa membiarkan tanamannya mengering. Bahkan dia menyedekahkan  buah tomat yang ada kepada masyarakat. Warga yang membutuhkan diijinkan untuk mengambil tomat di ladangnya. Baca […]

  • Perbaikan Tanggul

    Tanggul Sungai Kedungbener Hampir Rampung, BPBD Kebumen Fokus Cegah Banjir Susulan

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 816
    • 0Komentar

    ALIAN (KebumenUpdate.com) – Upaya perbaikan tanggul jebol akibat luapan Sungai Kedungbener di Desa Suroturunan, Kecamatan Alian, Kebumen, menunjukkan hasil signifikan. Hingga hari keempat penanganan, Jumat 26 Desember 2025, progres pekerjaan telah mencapai 99 persen. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen mencatat, tim gabungan masih bekerja intensif di lokasi terdampak, tepatnya di RT 02 RW 01 […]

  • Gelombang Tinggi

    Gelombang 4 Meter Ancam Selatan Jateng

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 776
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk perairan selatan Jawa Tengah. Peringatan berlaku 7–10 September 2025 mulai pukul 07.00 WIB. Masyarakat, terutama nelayan, diminta waspada terhadap potensi kondisi laut berbahaya. BMKG memprediksi gelombang mencapai 2,5–4 meter, masuk kategori tinggi. Fenomena ini dipicu oleh angin timur hingga tenggara dengan kecepatan 8–20 knot. Wilayah […]

  • Strategi Kreatif SDN 5 Kebumen Jaring Murid Baru Lewat Lomba Mewarnai

    Strategi Kreatif SDN 5 Kebumen Jaring Murid Baru Lewat Lomba Mewarnai

    • calendar_month Kam, 21 Mei 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 923
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Guna mengoptimalkan capaian Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran mendatang, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Kebumen menggelar kegiatan lomba mewarnai tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA), Kamis 21 Mei 2026. Strategi promosi kreatif ini sengaja dirancang untuk menarik minat calon wali murid sekaligus memperkenalkan fasilitas dan keunggulan sekolah secara […]

  • Gabah Petani Kebumen

    Bupati Kebumen Harapkan Gabah Petani Diolah di RMU, Ini Kelebihannya

    • calendar_month Rab, 5 Jul 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.393
    • 0Komentar

    KUWARASAN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen Arif Sugiyato berharap kepada petani agar mengolah hasil panen pada panen ini dengan mesin Rice Milling Unit (RMU) di Kutowinangun. Hal itu agar kualitas hasilnya lebih optimal. “Kami harapkan padi yang baru dipanen bisa dibawa ke RMU Kutowinangun untuk dikeringkan sekaligus digiling karena di sana alatnya sudah modern. Gabah yang […]

  • Madrasah Adiwiyata

    Madrasah Adiwiyata, Pelajar MAN 1 Pasarkan Tanaman Hias Hasil Pembibitan

    • calendar_month Rab, 17 Feb 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.878
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Di tengah pandemi Covid-19, para pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kebumen yang tergabung dalam Mansa Hijau Club (MHC) sukses membudidayakan tanaman hias. Salah satu ekstrakurikuler di MAN 1 Kebumen tersebut memiliki kegiatan rutin yakni melakukan pembibitan dan penanaman secara berkala sehingga terwujud madrasah yang hijau. Bahkan pada saat pandemi seperti sekarang, […]

expand_less