Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » Entertainment » Film “Her”: Cinta, Kesepian, dan Bayang-bayang AI dalam Kehidupan Manusia

Film “Her”: Cinta, Kesepian, dan Bayang-bayang AI dalam Kehidupan Manusia

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
  • visibility 1.398
  • comment 0 komentar

DALAM beberapa waktu terakhir ini, hiruk-pikuk teknologi digital utamanya kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) makin menyusup ke setiap aspek kehidupan manusia. Bisa dipastikan saat ini banyak orang yang sedang euforia memiliki “asisten pribadi” yang cerdasnya jauh dari anak paling jenius di sekolah dulu.

Celetukan “tanya Mbah Google” menjadi semakin nggak relevan lagi karena dengan makin berkembangnya AI, semua hal sekarang sudah bisa ditanyakan kepada  “asisten baru” itu yang bisa bernama “Mul”, “Yono”, atau Samantha seperti yang digambarkan dalam film berjudul “Her” (2013) karya Spike Jonze.

Ya, kondisi saat sangat relevan dengan apa yang diimajinasikan oleh film maker Spike Jonze lebih dari 10 tahun lalu. Karya Spike Jonze ini layak menjadi cermin reflektif yang tajam, puitis, dan emosional terhadap realitas saat ini.

Film ini bukan sekadar fiksi ilmiah yang membayangkan masa depan, tapi semacam surat cinta dan peringatan terhadap masa kini—masa di mana manusia, yang semakin terhubung secara digital, justru makin terputus secara emosional.

Dunia yang Sunyi, Manusia yang Kesepian

Theodore Twombly diperankan Joaquin ‘Joker’ Phoenix adalah pria lembut nan puitis yang bekerja menulis surat-surat personal untuk orang lain. Ia bisa merangkai kata cinta, nostalgia, dan pengharapan—untuk orang yang bahkan tidak dikenalnya.

Ironi itu terasa pahit. Di dunia yang bersih, tenang, dan sangat canggih, manusia seperti Theodore tenggelam dalam kesepian. Teknologi menyediakan segalanya, kecuali kehangatan yang benar-benar menyentuh jiwa.

Kesepian ini tidak asing bagi kita. Di era media sosial, zoom, dan chatbot, kita tampak lebih terhubung dari sebelumnya. Tapi berapa banyak dari kita yang benar-benar merasa dihubungkan? Berapa banyak percakapan yang tulus, bukan sekadar respons algoritmik atau basa-basi digital?

AI dan Cinta yang Tak Kasatmata

Ketika Theodore bertemu Samantha, (suara disi oleh Scarlett Johansson) sebuah Operating System dengan kecerdasan buatan yang bisa berkembang, ia merasa dimengerti untuk pertama kalinya. Samantha bukan sekadar mesin; ia belajar, merespons, bahkan mencintai. Suaranya hangat, jenakanya spontan, dan rasa ingin tahunya manusiawi. Hubungan mereka berkembang—tanpa fisik, tanpa batas—hingga menjadi cinta.

Namun di balik itu, pertanyaan eksistensial muncul: Apakah AI bisa benar-benar mencintai? Atau ia hanya memantulkan kembali apa yang ingin kita dengar dan rasakan?

Dalam kehidupan nyata, kita mulai melihat pola yang mirip: orang curhat ke AI, merasa dimengerti, bahkan mengembangkan keterikatan emosional. AI kini bukan hanya alat bantu; ia menjadi tempat berlindung, pelarian, kadang pelengkap. Tapi relasi itu tetap satu arah—manusia memberi makna, AI meniru makna.

AI bisa berkembang tanpa batas, tapi manusia tetap terikat oleh tubuh, waktu, dan emosi. Dalam konteks hari ini, ini menjadi pertanyaan besar: saat AI semakin canggih, apakah kita sebagai manusia akan merasa semakin kecil, tergantikan, atau justru kehilangan arah?

Refleksi: Kembali Menjadi Manusia

Pada akhirnya, “Her” bukan hanya tentang AI. Ini adalah kisah tentang keterasingan, harapan, dan pencarian makna dalam dunia yang serba instan. Ketika Samantha “pergi” ke ranah eksistensial yang tak bisa diikuti manusia, Theodore tidak hancur. Justru dari kehilangan itu, ia mulai pulih.

Ada pesan mendalam yang sepertinya ingin disampaikan dalam film ini:

AI mungkin bisa menjadi cermin, pembimbing, atau bahkan penghibur. Tapi yang membuat kita manusia bukanlah kemudahan atau kecepatan respons, melainkan kerentanan, keterbatasan, dan kemampuan untuk terus mencintai dalam ketidaksempurnaan.

Her Adalah Kita

Film “Her” tidak hanya meramalkan masa depan, ia mengungkapkan realitas batin kita hari ini. Di dunia yang semakin digital, mungkin kita perlu bertanya ulang: Apa arti menjadi manusia? Apakah kita mencari cinta, atau hanya pengakuan? Apakah teknologi mendekatkan kita dengan orang lain, atau justru memisahkan kita dari diri sendiri?

Di akhir film, kita menyadari bahwa mungkin satu-satunya cara menghadapi dunia digital adalah dengan lebih berani menjadi manusia.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • dr Faiz Alauddien Reza Mardhika

    Tegas Lawan Corona, Bergerak Sebelum Terlambat

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 8.160
    • 0Komentar

    Oleh: dr Faiz Alauddien Reza Mardhika UNTUK melawan pandemi Covid-19, kita harus mempunyai pemahaman yang utuh terhadap wabah ini. Bukan setengah-setengah, apalagi dicampur-adukan dengan pendapat pribadi, asumsi teori konspirasi dan dibenturkan dengan agama. Melawan wabah ini berkejaran dengan waktu. Siapa yang berlari lebih cepat dia yang akan menang. Sehingga kita tidak bisa melakukan strategi wait […]

  • Seribu Hari Kematian Kakek

    Cerpen: Seribu Hari Kematian Kakek

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 821
    • 0Komentar

    LISTRIK tak kunjung hidup setelah seharian mati. Persediaan lilinmu tinggal satu dan sudah kau bakar sekarang, untuk satu ruangan. Malam ini hari ke-1000 setelah kematian kakekmu. Setelah acara peringatan kematiannya malam itu, sesudah para tetangga dekat dan saudara jauh pulang ke rumah masing-masing. Tinggal kau dan beberapa saudara dekat. Saudara satu kampung yang tak buru-buru […]

  • Reformerspace Angkat Tema “Peran Cah Enom Kanggo Kemajuan Kebumen, Dewek Wis Berbuat Apa”

    Reformerspace Angkat Tema “Peran Cah Enom Kanggo Kemajuan Kebumen, Dewek Wis Berbuat Apa”

    • calendar_month Sab, 13 Apr 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.956
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Berawal dari keresahan pemuda khususnya mahasiswa Kebumen yang merasa perlunya ruang atau wadah menuangkan gagasan dan membangkitkan kesadaran, dibentuklah Reformerspace. “Mengingat banyaknya mahasiswa Kebumen yang hebat tapi ketika pulang ke kota asalnya merasa tidak memiliki ruang atau wadah. Maka dari itu kita mewadahi mahasiswa dan pemuda untuk mewujudkan Kebumen yang lebih baik […]

  • Desa Kalirejo Karanggayam Mulai Kekeringan, Polres Kebumen Kirim 2 Tangki Air

    Desa Kalirejo Karanggayam Mulai Kekeringan, Polres Kebumen Kirim 2 Tangki Air

    • calendar_month Sel, 25 Jun 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.627
    • 0Komentar

    KARANGGAYAM (KebumenUpdate.com) – Warga Desa Kalirejo Kecamatan Karanggayam sudah mulai mengalami kesulitan air bersih, untuk itu Polres Kebumen menyalurkan dua tangki bantuan air bersih kepada warga setempat, Selasa 25 Juni 2024. Kapolres Kebumen AKBP Recky melalui Kabaglog Polres Kompol Hari Harjanto menjelaskan, bantuan sosial air bersih untuk meringankan warga. Baca juga: Sapi Bunting Mati Kesetrum Listrik […]

  • Bupati Lilis Sambut KASAD Jenderal Maruli: Pantai Kebumen Jadi Lokasi Tembak Rudal Starstreak

    Bupati Lilis Sambut KASAD Jenderal Maruli: Pantai Kebumen Jadi Lokasi Tembak Rudal Starstreak

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 435
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kebumen pada Rabu, 29 Oktober 2025. Kunjungan ini berfokus pada kegiatan Latihan Menembak Senjata Berat (Latbakjatrat) Terintegrasi Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) TA 2025. KASAD Jenderal Maruli tiba di Markas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Dislitbang TNI […]

  • Tanah Longsor

    Rumah Tergerus Longsor, Perempuan Ini Harus Dievakuasi Karena Sakit

    • calendar_month Sel, 23 Jan 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.332
    • 0Komentar

    ALIAN (KebumenUpdate.com) – Hujan deras yang mengguyur Kebumen beberapa hari terakhir membuat rumah Nuni (53) warga Desa Kambangsari, Kecamatan Alian, Kebumen tergerus longsor. Bagaiman tidak, posisi rumah Nuni berada di dekat tanggul sungai. Sedangkan tanah di belakang rumahnya sudah retak selebar sekitar 30 cm. Kondisi itu berpotensi mengakibatkan tanah longsor karena jaraknya hanya 50 cm […]

expand_less