Nasmoco Go To School, Link & Match Dunia Industri dan Pendidikan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 7 Agu 2020
- visibility 3.060
- comment 0 komentar

Mekanik Nasmoco Magelang melakukan servis mobil pada program Nasmoco Go To School di Bengkel Praktik SMKN 1 Ambal. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
AMBAL (KebumenUpdate.com) – Upaya untuk menghilangkan gap antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri terus dilakukan SMK Negeri 1 Ambal Kebumen. Salah satunya dengan menggandeng Toyota Nasmoco Magelang melalui program Nasmoco Go To School.
Berlangsung selama dua hari itu di Bengkel Praktik Program Keahlian Otomotif SMK Negeri 1 Ambal memberikan layanan servis mobil kepada masyarakat. Setidaknya 30 mobil yang memanfaatkan servis yang ditangani oleh para mekanik Nasmoco Magelang itu.
Berbagi Ilmu Pengetahuan Bidang Otomotif
Kepala Bengkel Toyota Nasmoco Magelang, Subhan Firdaus menyebutkan, Nasmoco Go To School merupakan prgram link and match antara Nasmoco, khususnya Toyota dengan dunia pendidikan. Dalam program tersebut pihaknya ingin berbagi dan menularkan ilmu pengetahuan bidang otomotif kepada para siswa SMK seperti cara dan sikap kerja yang benar.
“Harapannya dengan program Nasmoco Go To School ini nantinya para siswa tidak kaget menghadapi dunia industri yang teknologinya berkembang begitu pesat. Selain itu agar dunia pendidikan tidak jauh tertinggal dari dunia industri,” ujarnya.
Dipilihnya SMKN 1 Ambal sebagai sasaran Nasmoco Go To School, selain sudah lama menjalin kerjasama juga fasilitas gedungnya sudah standar bengkel Nasmoco. Selain SMK N 1 Ambal, untuk Kabupaten Kebumen yang telah bekerjasama adalah SMKN Puring.
“Kami berharap dengan kegiatan tersebut, dunia pendidikan tidak jauh tertinggal dengan dunia industri,” katanya.
Guru dan Siswa Melihat Langsung Mekanik Bekerja
Kepala SMK Negeri 1 Ambal Budiyanto SPd MEng menjelaskan, melalui program itu para guru dan siswa bisa melihat langsung para mekanik Nasmoco bekerja dengan SOP yang benar, bagaimana cara mengerjakan servis dan penerapan peralatan yang benar.
Selain itu para guru dan siswa juga bisa mendapat bimbingan dan arahan langsung dari para mekanik Nasmoco bagaimana cara kerja bengkel standar Nasmoco yang sesuai dengan dunia usaha dan industri.
Budiyanto menambahkan, kegiatan yang digelar untuk ketiga kalinya ini bertujuan untuk menghilangkan gap antara dunia industri dan pendidikan. Pihaknya harus meningkatkan kemampuan guru dan siswa agar standar dengan kemampuan yang dibutuhkan oleh dunia industri.
“Sehingga para siswa siap dalam memasuki dunia industri baik kemampuan maupun sikap,” ujarnya.
Ketahui Kesenjangan Peralatan di Sekolah dengan Dunia Industri
Melalui kegiatan ini sekaligus untuk mengetahui kesenjangan peralatan di sekolah dengan peralatan di dunia industri. Seperti apa peralatan di dunia industri yang tidak ada di sekolah. Dengan itu, sekolah bisa menganggarkan agar para guru dan siswa bisa menggunakan sesuai dengan SOP yang diharapkan.
“Secara kualitas alat, sepertinya kami tidak jauh. Namun secara kuantitas harus mengejar untuk mencapai standar pelayanan maksimal. Misalnya untuk satu engine stand secara umum digunakan untuk enam siswa, kami ingin hanya untuk dua siswa,” ujarnya seraya menyebutkan pihaknya belum memiliki alat spooring model komputerisasi.
Selain meningkatkan kualitas dan kuantitas sarpras, pihaknya juga menuntut guru meningkatkan kemampuan dan keterampilan. Dengan cara training baik mengundang pemateri dari dunia industri maupun berkunjung ke pusat-pusat training.
“Jika sarpras dan guru memenuhi syarat, transfer ilmu dan sikap kepada ke siswa diharapkan berjalan baik,” ujar lulusan pascasarjana UGM itu. (smn)







Saat ini belum ada komentar