Breaking News
light_mode
Beranda » Hobby & Community » Pendakian Gunung Sindoro via Jalur Tambi/Sigedang

Pendakian Gunung Sindoro via Jalur Tambi/Sigedang

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Ming, 20 Mar 2022
  • visibility 27.366
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Hujan Badai, Rabu 16 Desember 2020

Rencana di jadwal kami bangun pukul 3.00 wib lalu summit atau ke puncak. Ternyata kondisi tidak memungkinkan, angin kencang. Sempat terbangun jam 2 malam, namun suara angin yg meniup dinding tenda cukup menandakan bahwa di luar sana sedang angin kencang. Jadilah kami berdiam di tenda masing-masing sambil menunggu dan berharap cuaca membaik. Bahkan sampai pukul 6.00 wib kabut masih tebal dan angin kencang. Dengan kondisi demikian, maka sebagian dari kami tidak ingin melanjutkan ke puncak.

Hanya beberapa saja yang ingin lanjut. Itupun masih 50:50 melihat cuaca nantinya. Saya sendiri antara ingin dan tidak. Namun setelah melihat antusiasme peserta terutama yang cowok, maka diputuskan ke puncak bagi yg merasa dirinya kuat.

Pukul 8.00 wib diputuskan bagi yang ingin ke puncak bersiap dengan membawa air minum, makanan ringan, jas hujan dengan total 16 orang termasuk saya. Sementara sisanya yang sebagian besar peserta cewek memilih istirahat di tenda dan menunggu.

Tim summit attack.

Pukul 8.15 wib kami memulai perjalanan summit, terlambat sebenarnya. Karena menurut aturan dari pihak basecamp, bahwa batas akhir berada di puncak adalah jam 11 siang. Sedangkan estimasi perjalanan ke puncak 3-4 jam.

Medan yang dilalui selepas camp area cukup terjal, membuat nafas kami langsung ngos-ngosan. Terlihat plang tanda pos 4 di kejauhan. Ahmad yang memimpin di depan nampak semangat sekali, mungkin dia ingin segera menuntaskan pendakian di tahun 2020 ini. Juga Riza, Rei, Bagus, Tono, Sidni, Gun, Zul, Samsul, Abi, Fatih, Sulhan, Fiqi lalu Bilqis dan Yadi tidak kalah semangatnya.

Saya sendiri berjalan paling belakang, karena mulai merasa tidak enak badan. Pusing dan mual, sepertinya terkena AMS, sama seperti pendakian Lawu tahun sebelumnya. Dan benar, saya memutuskan untuk kembali turun ke camp area. Karena dengan kondisi seperti itu tidak memungkinkan untuk lanjut. Malah membahayakan diri sendiri juga teman seperjalanan. Hanya berharap dan berdoa semoga mereka yang lanjut ke puncak diberi kelancaran dan keselamatan, tidak berlama-lama di atas sana.

Sampai di camp area segera memberi tahu ke teman-teman, bahwa saya tidak lanjut bla bla bla. Waktu menunggu di camp area ini kami manfaatkan untuk istirahat.

Tidak lama sejak saya sampai di camp area, hujan kembali turun dengan deras. Ada rasa khawatir kepada mereka yang sedang di puncak sana. Sempat membuka hp, dan ternyata ada pesan masuk dari salah satu peserta yang di puncak. Bahwa 4 anak mengikuti saya untuk turun ke camp area karena tidak sanggup lanjut, dan sisanya telah sampai di puncak. Balas dengan isi pesan: jangan lama-lama di puncak, segera turun.

Menunggu mereka yang dari puncak sangat tidak nyaman, antara rasa cemas, ingin menengok ke atas dari lokasi camp, hanya memastikan apakah sudah terlihat kedatangan mereka, namun di luar sedang hujan. Hanya berdoa dan berharap agar semuanya aman dan selamat.

Waktu menunjukkan pukul 13.00 wib. Di luar tenda masih hujan. Satu per satu peserta summit mulai datang. Samsul yang sambil tersenyum padahal dia tidak sampai ke puncak, menjelaskan bahwa mereka berempat tidak kuat, dan di atas tidak hujan, hanya setengah perjalanan turun baru kena hujan.

Tim gagal muncak.

Disusul Abi, Fatih, dan Bilqis. Lalu mereka segera berganti pakaian, mengisi perut untuk sekadar memulihkan tenaga dan menghangatkan tubuh. Padahal dari lokasi terakhir mereka berempat, hanya 10 menit untuk sampai puncak. Sayang sekali. Tapi tak mengapa, karena saya pun juga tidak sampai puncak.

Tidak lama setelah mereka berempat, rombongan yang berhasil sampai puncak juga telah kembali. Ada rasa bangga dan bahagia di wajah mereka.

Setelah semuanya dipastikan telah kembali di camp area, segera kami memulai berkemas /packing persiapan turun. Coba menyampaikan kepada yang lain tentang tawaran dari sopir mobil kemarin, apakah minta dijemput atau tidak. Dan mayoritas sepakat untuk dijemput. Tentunya dengan membayar lagi Rp 20rb untuk sekali naik. Lalu segera menelpon si sopir bahwa minta dijemput di pos 2, dengan sedikit negosiasi apakah bisa kurang tarifnya, ternyata tidak bisa (di camp area ada sinyal tsel).

Pukul 14.00 wib semua telah siap turun, sambil memastikan sampah yang kami bawa telah terkumpul. Karena nantinya akan dicek oleh petugas basecamp. Dan sanksi bila sampah tidak lengkap adalah disuruh naik kembali ke atas untuk mengambil sampahnya. Atau membayar denda /blacklist 2 tahun.

Perjalanan turun relatif lebih cepat daripada naik. Perlu ekstra hati-hati karena jalur licin setelah hujan, dan harus pintar mencari pijakan. Estimasi sampai di pos 2 adalah jam 4 sore. Dan sesuai kesepakatan dengan sopir mobil jemputan, dia sudah standby disitu menunggu kami. Di bawah pos 3 kami sempat berpapasan dengan pendaki lain yang hanya 2 orang. Basa basi sebentar: pos 3 masih jauh tidak? Sebuah pertanyaan wajar jika berpapasan dengan pendaki lain terutama bagi pendaki yang posisinya sedang naik.

Rombongan kami sampai di basecamp kurang lebih jam 5 sore. Segera berganti untuk bersih-bersih, sholat, dan lain-lain. Masing-masing sibuk dengan sendirinya. Karena fasilitas kamar mandi hanya 3, praktis kami harus bergantian. Untungnya sore itu di basecamp sedang tidak ada pendaki lain. Benar-benar seperti rumah sendiri. Sebenarnya basecamp jalur Sigedang ini adalah rest area (karena letaknya di pinggir jalan raya alternatif Dieng Temanggung via Sibajak. Tersedia juga warung makan sederhana. Menunya ada ayam geprek, nasgor, mi instan, gorengan (tempe kemul dan mendoan), teh, kopi, jeruk. Dengan harga yang relatif standar untuk sebuah basecamp dan rest area.

Tidak terasa waktu berganti malam, maka kami segera menyiapkan menu untuk makan malam. Ada yang rela turun ke Dieng untuk beli nasi padang. Ada yang memasak sendiri dengan sisa bekal pendakian, ada juga yang pesan di basecamp.

Malam itu kami tidur lebih awal. Selain faktor lelah, suasana basecamp juga cukup nyaman. Hanya saja angin berhembus cukup kencang karena ventilasi dan pintu nya terbuka begitu saja.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tersangka dihadirkan saat press release di Mapolres Kebumen. (Foto: Humas Polres Kebumen)

    Tikam Ketua RT Gegara Tak Dapat BLT, Pria Ini Akhirnya Dibekuk Polisi

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 14.625
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) kerapkali berujung pada kekecewaan bagi warga yang tidak menerima. Bahkan dalam sebuah kasus, warga yang tak terdata melampiaskan amarahnya hingga berujung hilangnya nyawa. Peristiwa ini terjadi di Desa Karanggdung, Kecamatan Petanahan, Kebumen pada 2014 silam. Seorang warga berinisial YT (53) menikam seorang ketua RT bernama Harjo Wintono […]

  • NgabubuWrite PWI Kebumen

    NgabubuWrite PWI Kebumen, Edukasi Literasi Media Bagi Remaja Masjid

    • calendar_month Sen, 18 Apr 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.202
    • 0Komentar

    Remaja masjid sebagai salah satu komunitas harus memiliki wawasan sekaligus kecerdasan dalam bermedia, baik itu media massa maupun media sosial. Remaja masjid sebagai bagian dari generasi penerus bangsa sangat penting memiliki kecakapan dalam bermedia sosial. “Oleh karenanya, literasi di era digital sangat penting sebagai dasar bagi para remaja dalam bermedia sosial. Diharapkan mereka dapat mengambil […]

  • Larangan Parkir di Sepanjang Jalur Khusus Sepeda pada Jalan Soekarno Hatta

    Larangan Parkir di Sepanjang Jalur Khusus Sepeda pada Jalan Soekarno Hatta

    • calendar_month Sel, 27 Des 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.857
    • 0Komentar

    Sementara itu menurut Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Kebumen, Slamet Mustolkhah, bahwa selain di sisi utara Jalan Soekarno Hatta, lahan parkir kendaraan juga disediakan di Pasar Tumenggungan. “Pemerintah sudah menyiapkan titik-titiknya, ada di sebelah utara atau di Pasar Tumenggungan, tempatnya cukup luas, jalur sepeda memang tidak boleh untuk parkir,” terang Slamet. Baca […]

  • Potong Rambut Gimbal

    15 Anak Bajang Ikuti Ritual Potong Rambut Gimbal, Adila Minta Pak Ganjar Potong Rambutnya

    • calendar_month Ming, 4 Sep 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.586
    • 0Komentar

    Adila yang terpenuhi permintaannya mengaku senang. Bahkan seusai dipotong rambut gimbalnya, dia ingin duduk berdekatan dengan orang nomor satu di Jateng itu. “Senang, dipotong Pak Ganjar,” ucap Adila. Senang Rambutnya Dipotong Ganjar Menurut Roziyah, putrinya mengenal sosok Ganjar Pranowo dari tayangan Youtube. “Sering lihat Youtube, mintanya dipotong Pak Ganjar,”  lanjutnya.

  • BPJS Kesehatan Perkuat Literasi JKN, Mahasiswa STIKES Purworejo Jadi Agen Perubahan

    BPJS Kesehatan Perkuat Literasi JKN, Mahasiswa STIKES Purworejo Jadi Agen Perubahan

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 287
    • 0Komentar

    PURWOREJO (KebumenUpdate.com) – BPJS Kesehatan Cabang Kebumen terus berupaya memperluas literasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan menyasar akademisi dan mahasiswa. Kegiatan sosialisasi ini digelar di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Pemerintah Kabupaten Purworejo, Jumat 5 Desember 2025, bertujuan menjadikan calon tenaga kesehatan ini sebagai duta informasi dan agen perubahan dalam mendukung keberlanjutan Program JKN. […]

  • Pantai Suwuk

    Bupati Kebumen Bakal Tata Ulang Warung di Pantai Suwuk, Ini Tanggapan Pedagang

    • calendar_month Rab, 31 Agu 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.365
    • 0Komentar

    “Pemkab Kebumen segera mendata dan penataan kembali warung-warung. Kemudian dilakukan perencanaan yang matang, mengenai tata letak bangunan agar tidak terlalu dekat dengan pantai, termasuk konstruksi bangunannya agar bisa lebih kuat,” ujarnya. Bersihkan Bekas Warung Saat ini pihaknya fokus membantu warga membersihkan bekas warung dan barang-barang yang sudah tidak bisa dipakai. Tim gabungan dari TNI/Polri, BPBD […]

expand_less