Monitoring Mangrove Di Kaliratu: Dari 1000 Bibit Tersisa 550-600

KLIRONG (KebumenUpdate.com) – Kawasan Kaliratu yang terletak di Desa Tanggulangin dan Jogosimo Kecamatan Klirong, digadang-gadang akan dijadikan wisata bahari oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen.

Selain karena terdapat kawasan konservasi penyu di Desa Jogosimo, jika ke arah timur atau menuju Desa Tanggulangin maka di sepanjang pinggir sungai akan terlihat area yang ditanami bakau (mangrove). Meskipun saat ini belum tumbuh besar, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan menjadi seperti kawasan mangrove Lembupurwo atau Logending.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Gaspala SMA N 2 Kebumen Tanam 1000 Bibit Bakau

Untuk mendukung adanya wisata bahari tersebut, beberapa anggota pecinta alam dari Gaspala SMA N 2 Kebumen melakukan monitoring berupa pengecekan dan perawatan pada tanaman mangrove yang telah mereka tanam pada Februari lalu.

Selain itu, monitoring ini juga bentuk laporan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kelautan dan Perikanan (DLHKP) Kebumen, serta demi terlaksananya tujuan Gaspala yaitu ikut serta dalam memelihara lingkungan.

Pengurus Gaspala memperbaiki tanaman mangrove. (Foto: Hari)

Kegiatan monitoring diikuti oleh 11 anak yang sebagian besar merupakan pengurus Gaspala Smanda pada Sabtu, 23 Juli 2022. Adapun aktivitas monitoring tersebut yaitu menghilangkan sampah yang melilit batang, menegakkan kembali tanaman yang miring, dan memasang tali pengikat.

“Kami mengecek satu persatu tanaman bakau, ada beberapa yang tumbang. Namun sudah kami perbaiki dengan cara mengikatnya ke ajir atau tiang pancang. Sebagian besar sampah yang melilit batang tanaman adalah rumput, plastik, benang, dan karung bekas,” kata Mijile Muhammad Pinten selaku Ketua Gaspala Smanda.

Pinten juga mengatakan bahwa dia dan teman-temannya menghitung jumlah bibit tanaman mangrove yang masih hidup. Dari hasil penghitungan, jumlah bibit yang masih hidup di angka 550-600 dari jumlah 1000 bibit yang mereka tanam. Jika pada monitoring bulan Ramadan lalu, jumlah tanaman yang tersisa masih di angka 750-800 bibit.

Baca juga: Gaspala Smanda Isi Ngabuburit Dengan Monitoring Tanaman Bakau

Mengenai tanaman yang hilang dikarenakan hanyut saat air pasang beberapa hari kemarin. Seperti halnya saat banjir melanda Kebumen di bulan Maret lalu, menghanyutkan sekitar 200an bibit.

Masih Terhitung Baik

Menanggapi hal tersebut, Choirudin SHut selaku penyuluh kehutanan dari Dinas Kehutanan Wilayah VIII yang ikut membantu terlaksananya kegiatan ini, mengatakan bahwa jumlah tersebut masih terhitung baik.

“Kalau sudah tumbuh tunas atau bersemi sudah bagus. Itu berarti akarnya berkembang,” kata Choirudin.

Dari pantauan di lokasi, memang sebagian besar tanaman mangrove telah tumbuh tunas baru. Selain itu, akarnya juga terlihat sudah makin tumbuh dan berkembang.

Pos terkait