Wabup Kebumen Laporkan Akun Facebook S Sugiarto Arakani’s ke Polisi, Ini Tulisan Statusnya

  • Whatsapp
Wabup Kebumen Arif Sugiyanto menunjukkan surat tanda penerimaan laporan (STPL). (Foto: Padmo-Kebumen)
Wabup Kebumen Arif Sugiyanto menunjukkan surat tanda penerimaan laporan (STPL). (Foto: Padmo-Kebumen)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sebuah akun Facebook bernama S Sugiarto Arakani’s dilaporkan ke Polres Kebumen dalam perkara dugaan penyebaran berita bohong (hoax) melalui media elektronik khususnya media sosial (medsos), Kamis, Maret 2020.

Tak tanggung-tanggung yang melaporkan akun tersebut adalah Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kebumen.

Berita Lainnya

Sebut Pemilik Toko di Jalan Kolopaking Meninggal Direnggut Covid-19
Cetakan dari tangkapan layar akun Facebook S Sugiarto Arakani's (Foto: Padmo-KebumenUpdate).
Cetakan dari tangkapan layar akun Facebook S Sugiarto Arakani’s (Foto: Padmo-KebumenUpdate).

Adapun materi yang dilaporkan sebagai berita bohong adalah tangkapan layar (screenshoot) unggahan akun S Sugiarto Arakani’s pada status Facebook, Kamis pagi.

“3 menit yll pemilik toko jln Kolopaking Koh Ameng meninggal direnggut Covid 19 … Kelambatan penanganan gugus tugas penanggulangan covid 19 Kebumen.”

Setelah mengunggah status tersebut, akun yang sama kembali menulis status yakni tentang lock down.

“Hari ini jam 12.30 seluruh area Kebumen kota wajib lock down… Tidak ada alasan apapun harus lockdown. (DPP Patriot Nusantara)”

Berdasarkan tangkapan layar itu, kedua status Facebook tersebut tampak mendapatkan banyak respon dari warganet baik memberikan tanda like, komentar maupun meng-share status tersebut. Namun pada akun tersebut, kedua status yang sempat membuat ramai warganet itu sudah tidak ada lagi.

Wabup: Orang Masih Hidup Dikatakan Sudah Meninggal
Wabup saat mendatangi SPKT Mapolres Kebumen. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Wabup saat mendatangi SPKT Mapolres Kebumen. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Wabup mengaku cukup prihatin di tengah kondisi penanganan, pencegahan dan penanggulangan Covid-19 terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia yang di dalamnya ada Kebumen masih ada masyarakat yang dengan sengaja membuat berita bohong atau hoax.

“Ini tidak bisa kami biarkan supaya penanganan Corona tidak bias. Adanya berita bohong ini membuat keresahan masyarakat. Berita bohong itu menyebar begitu dahsyat. Orang masih hidup dikatakan sudah meninggal,” ujar Arif Sugiyanto.

Arif Sugiyanto meminta semua pihak menjaga kebersamaan dan tidak menyalahkan satu dengan yang lain.

“Penyakit ini harus kita hadapi bersama-sama sehingga Kebumen zero dari Corona,” ujarnya.

Berita Terkait