

MIRIT (KebumenUpdate.com) – Objek wisata Laguna Lembupurwo di Kecamatan Mirit memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan, terutama dengan lokasinya yang strategis dekat Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Namun, potensi tersebut kini terancam oleh masalah klasik yang sering luput dari perhatian: sampah.
Kekhawatiran inilah yang mendorong Bupati Lilis Nuryani meninjau Laguna Lembupurwo, Kamis 3 Juli 2025. Peninjauan ini dilakukan setelah Bupati Lilis menyelesaikan agenda monitoring infrastruktur di wilayah Buayan, Puring, dan Petanahan.
Saat berkeliling area wisata, Bupati Lilis mendapati tumpukan dan berserakannya sampah yang cukup banyak, mulai dari kemasan mi instan, botol plastik, hingga kantong kresek.
“Banyak sampahnya ya, itu ada cup mi instan, botol plastik, kantong kresek,” ujarnya prihatin.
Didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Frans Haidar, Kepala Bapperida Bahrun Munawir, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sri Kuntarti, Camat Mirit, Kepala Desa Lembupurwo, dan Ketua Pengelola Laguna Lembupurwo, Bupati Lilis langsung menyampaikan beberapa hal.
Ia menekankan bahwa kebersihan adalah kunci utama untuk menarik pengunjung dan memutar roda perekonomian di kawasan wisata.
“Yang utama adalah kebersihan. Kalau ditata bersih, rapi, insyaallah banyak pengunjung. Di sini nyaman, enggak panas, kalau bagus nanti kami promosikan melalui Disparbud,” tegas Bupati.
Untuk mengatasi masalah sampah, Bupati Lilis meminta agar segera disediakan tong sampah yang memadai di seluruh area wisata. Selain itu, ia juga mengingatkan para pedagang untuk bertanggung jawab penuh menjaga kebersihan di area masing-masing dan melakukan aksi bersih-bersih secara rutin.
Meskipun pengelola telah menyatakan bahwa kegiatan bersih-bersih sudah rutin dilakukan setiap hari Jumat, Bupati Lilis memberikan target.
“Seminggu lagi saya ke sini harus bersih. Karena saya mau promosikan Laguna Lembupurwo. Daripada wisata ke luar Kebumen, kan di Kebumen sudah banyak yang bagus,” tandasnya.
Ketua Pengelola Laguna Lembupurwo, Sabar Purwanto, menyambut baik sidak Bupati dan Kadisparbud ini. Ia optimis bahwa kehadiran Bupati akan menjadi pemicu semangat bagi para pedagang untuk berbenah ke arah yang lebih baik.
“Insyaallah dengan kehadiran bupati, para pedagang semangat berbenah ke arah yang lebih baik. Karena ini perintah dari atas, saya jadi gampang menyampaikan ke pedagang. Kalau teman-teman pedagang enggak mau ya silakan balik kanan. Ini yang jadi acuan saya,” jelas Sabar.
Ia menambahkan bahwa kegiatan bersih-bersih, terutama “Jumat Bersih,” sudah menjadi kewajiban bagi para pedagang.
Di sini terdapat 112 pedagang yang berbentuk warung dan 66 pedagang kaki lima. Selama ini, sampah-sampah, khususnya plastik, telah dikumpulkan dan ada yang ditimbang.
Meskipun upaya bersih-bersih telah dilakukan, Sabar Purwanto mengakui adanya kendala dalam pengelolaan sampah.
“Truk DLHKP belum ada yang masuk, bahkan inisiatif dari anggota paguyuban pedagang menggunakan kendaraan sendiri untuk memuat sampah,” ungkapnya.
Sampah-sampah tersebut sementara ini dibawa ke ujung timur, ke area galian tanah.
Namun, ada secercah harapan dengan rencana pembentukan bank sampah.
“Belum lama ini sudah ada sosialisasi dari Yayasan Terumbu Karang Indonesia dengan programnya Kebumen Lestari Project. Nanti rencana ada bank sampah. Ini kami baru mulai,” imbuhnya.
Di sisi lain, Sabar juga menyampaikan harapan agar Laguna Lembupurwo dapat dinormalisasi karena telah mulai mengalami pendangkalan. Normalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata dan kenyamanan pengunjung.
Dengan komitmen dari Pemerintah Kabupaten dan kesadaran dari para pedagang serta pengelola, diharapkan Laguna Lembupurwo dapat segera terbebas dari masalah sampah dan benar-benar menjadi destinasi wisata unggulan di Kebumen.
Suka menulis, membaca dan berpetualang.