Komunitas Dangdut Kebumen, Tak Sekadar Numpang Makan di Pesta Perkawinan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 2 Okt 2019
- visibility 3.651
- comment 0 komentar

Agus Mandra Wantoro memotong tumpeng pada acara Kondank Berbagi. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
PANGGUNG utama Alun-alun Kebumen begitu meriah dengan alunan musik dangdut, baru-baru ini. Secara bergantian para biduan menyumbangkan lagu dengan iringan organ tunggal. Beragam genre lagu dinyanyikan, namun ujung-ujungnya diakhiri dengan irama dangdut.
Namun ada yang menarik, yakni di kursi undangan tampak ratusan anak-anak kecil berjajar menyaksikan para suguhan musik dangdut tersebut. Anak-anak kecil ternyata adalah anak-anak yatim dan piatu yang secara khusus diundang dalam acara yang diselenggarakan oleh Komunitas Dangdut Kebumen (Kondank) tersebut.
Ya, kegiatan bertajuk Kondank Berbagi itu merupakan kegatan sosial dengan memberikan santunan kepada 200 anak yatim. Selain itu diberikan bingkisan kepada orang tua maupun pendamping. Anggota Kondank mulai dari biduan, pemain musik, hingga paguyuban sound system iuran secara sukarela ditambah dengan bantuan para donatur diwujudkan dalam bentuk santunan kepada anak-anak yatim.
Baca Juga: Silakoma Menjadi Wadah Berjejaring Komunitas di Kebumen
“Santuan ini sebagai wujud kepedulian anggota Kondank kepada anak-anak yatim,” ujar Ketua Panitia Agus Mandra Wantoro di sela-sela acara.
Penyerahaan santuan dilakukan oleh Kabag Kesra Setda Kebumen Wahib Tamam yang mewakili Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. Acara juga menghadirkan Ustad Johan Amru Al Hafiz Pengasuh Pondok Pesantren Al Istiqomah Desa Karangsari, Kebumen sekaligus memberikan siramah ruhani.

Ustad Johan Amru Al Hafidz memimpin doa pada acara Kondank Berbagi. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Menurut Ketua Kondank Solehan pemain musik dangdut masih memiliki citra yang negatif di masyarakat. Namun melalui kegiatan sosial ini, diharapkan sedikit demi sedikit dapat mengubah pandangan orang terhadap komunitas dangdut di Kebumen.
“Komunitas dangdut tidak sekadar ngamen dari hajatan satu ke hajatan lain. Atau numpang makan di pesta perkawinan,” ujar Solehan.
Baca Juga: BMH Kebumen Santuni dan Ajak Wisata 200 Anak Yatim
Kondank berdiri pada 15 Juni 2015. Saat ini memiliki 90 anggota yang berasal dari sejumlah kecamatan Kebumen. Komunitas ini mengusung misi bahwa dangdut untuk menghibur masyarakat dan menjalin silahturami.
“Kami berharap Kondank semakin kompak dan bertambah anggotanya serta semakin mencintai dunia musik dangdut,” ujar Wakil Ketua Kondank Nani.
Kabag Kasra Setda Kebumen Wahib Tamam mengapresiasi kegiatan yang digagas Kondank karena mampu menyatukan setiap perbedaan. “Kami mengapresiasi terhadap komunitas apapun selagi itu mampu memberikan manfaat, mampu menjaga kondusivitas, dan mampu menjaga eksistensinya,” ujarnya. (ndo)







Saat ini belum ada komentar