Hampir 48 Tahun Fajar dan Senja Utama Solo, dari Kereta Bisnis Goša hingga Rangkaian Stainless Steel INKA
- account_circle Anindya Astadewi
- calendar_month 24 menit yang lalu
- visibility 47
- comment 0 komentar

Kereta Api Senja Utama Solo akan berhenti di Stasiun Tugu Yogyakarta, Sabtu 26 September 2026.
Perjalanan hampir lima dekade itu sekaligus merekam perubahan industri kereta api nasional, dari penggunaan sarana produksi luar negeri hingga semakin dominannya produk industri dalam negeri.
Jumlah Pelanggan Fajar Utama Solo Naik
Selain mengalami perubahan dari sisi sarana dan layanan, Fajar Utama Solo juga masih mencatat permintaan perjalanan yang cukup tinggi.
Data KAI menunjukkan Fajar Utama Solo mengangkut 148.669 pelanggan sepanjang Januari–Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 7,65 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 138.102 pelanggan.
Rinciannya, Fajar Utama Solo melayani 17.540 pelanggan pada Januari 2026, 14.036 pelanggan pada Februari, 21.068 pelanggan pada Maret, 18.049 pelanggan pada April, dan 18.995 pelanggan pada Mei.
Jumlah pelanggan kemudian mencapai 20.335 orang pada Juni, 19.656 orang pada Juli, dan 18.990 orang pada Agustus.
Maret menjadi bulan dengan jumlah pelanggan terbanyak selama periode Januari–Agustus 2026, yakni 21.068 orang. Secara keseluruhan, jumlah pelanggan bertambah 10.567 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menjelang HUT ke-81 KAI, perjalanan Fajar dan Senja Utama Solo menjadi salah satu catatan panjang perkembangan layanan kereta api antarkota di Indonesia. Hampir 48 tahun setelah Senja Utama Solo pertama kali beroperasi, layanan tersebut telah melewati berbagai perubahan jadwal, kelas pelayanan, rangkaian dan fasilitas.
Dari perjalanan malam Solo-Gambir dengan kereta bisnis Goša pada 1978, pengalaman menggunakan couchette pada dekade 1990-an, kembalinya layanan eksekutif, hingga penggunaan rangkaian baja nirkarat produksi INKA generasi terbaru, sejarah Fajar dan Senja Utama Solo terus mengikuti perkembangan kebutuhan perjalanan masyarakat.
“Sejarah panjang Fajar dan Senja Utama Solo terus berlanjut melalui pelanggan yang masih memilih layanan ini hingga sekarang. KAI akan menjaga identitas historisnya sambil terus mengembangkan kualitas perjalanan sesuai kebutuhan pelanggan,” ujar Anne. *** Makin tahu Indonesia
- Penulis: Anindya Astadewi
- Editor: Hanny Garnet







Saat ini belum ada komentar