Hampir 48 Tahun Fajar dan Senja Utama Solo, dari Kereta Bisnis Goša hingga Rangkaian Stainless Steel INKA
- account_circle Anindya Astadewi
- calendar_month 26 menit yang lalu
- visibility 49
- comment 0 komentar

Kereta Api Senja Utama Solo akan berhenti di Stasiun Tugu Yogyakarta, Sabtu 26 September 2026.
Catatan sejarah menunjukkan Senja Utama Solo mulai beroperasi pada 14 Oktober 1978. Sementara itu, Fajar Utama Solo berkembang pada periode setelahnya. Karena itu, tanggal 14 Oktober 1978 menjadi tonggak awal perjalanan Senja Utama Solo yang kemudian berkembang menjadi pasangan layanan Fajar dan Senja Utama Solo.
Pernah Membawa Kereta Tidur
Perubahan layanan tidak hanya terjadi pada nama dan jadwal perjalanan. Memasuki dekade 1990-an, konfigurasi rangkaian Senja Utama Solo juga mengalami diversifikasi.
Kereta tersebut tercatat pernah membawa sejumlah kereta eksekutif serta couchette atau kereta tidur dengan tempat tidur tetap. Catatan pada 25 November 1994 bahkan mencantumkan tarif layanan couchette sebesar Rp33.000.
Kehadiran couchette menunjukkan bahwa layanan perjalanan malam Solo-Jakarta pada masa tersebut tidak hanya mengandalkan konfigurasi tempat duduk. Pelanggan juga memiliki pilihan untuk beristirahat selama perjalanan menggunakan fasilitas tempat tidur.
Setelah periode tersebut, rangkaian Senja Utama Solo kembali menggunakan layanan kelas bisnis.
“Setiap periode memiliki karakter pelayanan sendiri. Riwayat Fajar dan Senja Utama Solo mencatat fase kereta bisnis, pernah membawa layanan eksekutif dan couchette, hingga berkembang menjadi layanan dengan sarana generasi terbaru,” kata Anne.
Beralih ke Produksi Dalam Negeri
Perubahan besar berikutnya terjadi pada aspek sarana. Jika pada awal pengoperasiannya Senja Utama Solo menggunakan kereta buatan Goša di Yugoslavia, perkembangan berikutnya membawa produk industri perkeretaapian dalam negeri ke layanan tersebut.
Pada 2016, layanan kelas eksekutif kembali menjadi bagian dari Fajar dan Senja Utama Solo. Dua tahun kemudian, tepatnya 21 Mei 2018, layanan ini mulai menggunakan rangkaian berbahan baja nirkarat produksi PT INKA dengan kelas eksekutif dan ekonomi premium.
Penyesuaian juga berlangsung pada jadwal perjalanan. Ketika Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2019 mulai berlaku pada 1 Desember 2019, pola perjalanan Fajar dan Senja Utama Solo kembali menegaskan identitas berdasarkan waktu keberangkatan.
Kereta dari Jakarta berangkat pada pagi hari menuju Solo dengan nama Fajar Utama Solo. Sebaliknya, perjalanan dari Solo menuju Jakarta berlangsung pada malam hari dengan nama Senja Utama Solo.
Penamaan tersebut membuat istilah “Fajar” dan “Senja” tetap menjadi identitas yang melekat pada layanan kereta api di koridor Jakarta–Surakarta.
Gunakan Rangkaian Generasi Terbaru pada 2025
Modernisasi kembali berlangsung pada 31 Januari 2025. Fajar dan Senja Utama Solo mulai mengoperasikan rangkaian campuran kelas eksekutif dan ekonomi generasi terbaru berbahan baja nirkarat yang diproduksi PT INKA di Madiun.
Perubahan tersebut menandai perjalanan panjang transformasi sarana kereta api. Pada 1978, pelanggan Senja Utama Solo menempuh perjalanan dengan kereta bisnis buatan Yugoslavia. Kini, layanan tersebut menggunakan rangkaian generasi terbaru yang diproduksi industri perkeretaapian Indonesia.
- Penulis: Anindya Astadewi
- Editor: Hanny Garnet







Saat ini belum ada komentar