Camping di Pantai Lampon, Momen Lihat Sunrise dan Kapal Nelayan Berangkat Melaut
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sab, 4 Jan 2025
- visibility 2.869
- comment 0 komentar

Kami yang ikut menemani jalan-jalan malamnya Hoho lantas memutuskan untuk kembali ke lokasi camp. Karena sangat berbahaya jika kegiatan kami diteruskan, bisa-bisa kami semua masuk ke dalam portal gaib.
Tepat tengah malam saat tiba di lokasi tenda kami berdiri, sebagian besar memutuskan untuk tidur. Kaum perempuan tidur di dalam tenda, sedangkan laki-laki di luar tenda beralaskan matras. Hoho sendiri memilih istirahat di mushola ditemani Dendi, Naufal, Fadhil, dan Ulhaq.

Pantai Gebyuran, salah satu spot tersembunyi di Pantai Lampon. (Foto: Hari)
Sabtu, 4 Januari 2025
Bangun saat Subuh, lalu secara bergantian melaksanakan kewajiban di mushola. Setelahnya adalah momen menantikan matahari terbit. Sayang sekali pagi itu mendung tebal di ufuk timur yang membuat matahari tidak terlihat sempurna.
Merasa cukup menyaksikan matahari terbit, kami memutuskan menuju Pantai Gebyuran. Berjarak sekitar 500 meter dari lokasi camp dengan medan cukup landai sepanjang perjalanan. Hanya saja ketika hampir sampai di Pantai Gebyuran, harus melewati medan terjal.
Kondisi Pantai Gebyuran cukup jauh berbeda ketika saya dan beberapa peserta mengunjungi lokasi ini 2 tahun lalu. Dulu pasir hitamnya masih tebal yang membuat pengunjung bisa berjalan dengan santai di tepi pantainya. Saat ini, pasirnya mulai terkikis dengan menyisakan batuan-batuan besar. Maka perlu kehati-hatian ketika melangkah.
Tidak lama yang kami lakukan di Pantai Gebyuran, selain karena kondisinya yang sudah berbeda, di sini Nandini serta Fadhil berpamitan karena harus menghadiri kegiatan upgrading OSIS SMAN 2 Kebumen di Pantai Kembar Terpadu Puring.
Selanjutnya kami semua kembali ke lokasi camp untuk membereskan perlengkapan dan perbekalan serta membersihkan lokasi dari sampah yang ada. Pukul 8.00 WIB kami memutuskan untuk pulang ke Kebumen.








Saat ini belum ada komentar