Kebumen Membutuhkan Museum
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 5 Mar 2025
- visibility 2.203
- comment 0 komentar

Artefak keagamaan lingga dan yoni di Desa Sumberadi, Kebumen. (Ft. Historical Study Trips)
Jika demikian, di manakah kita bisa menemukan bukti-bukti wujud peninggalan Kebumen di masa lalu itu? Semua bukti-bukti itu tersimpan di rumah warga-baik yang tinggal di Kebumen maupun luar Kebumen-dan ada yang tersimpan di gudang-gudang yang terkadang tidak secara layak pemeliharaannya.
Ada juga yang tersimpan di pekarangan-pekarangan warga terkena terik matahari dan diguyur hujan beratus tahun sehingga mengubah warna dan keutuhan sejumlah benda-benda bersejarah tersebut.
Temuan Artefak Era Megalitik Hingga Pasca Kolonial
Jika kita petakan berdasarkan temuan-temuan artefak di Kebumen, maka lapisan-lapisan kehidupan sosial budaya dan sosial keagamaan serta sosial ekonomi di Kebumen masa lalu meliputi era megalitik, era Hindu, era Islam, era kolonial serta era pasca kolonial.
Lapisan sosial budaya era Hindu dapat kita lacak sebarannya berupa peninggalan artefak keagamaan lingga dan yoni di Desa Sumberadi, Kebumen (tahun 2024 artefak ini sudah ditetapkan menjadi benda cagar budaya kabupaten yang harus dilindungi). Sementara artefak yoni tanpa lingga terdapat di Dusun Kabuaran Desa Ayamputih Kecamatan Buluspesantren dan Desa Rowo, Kecamatan Mirit serta Desa Singoyudan, Kecamatan Mirit.
Sementara artefak lingga tanpa yoni dapat ditemukan di Desa Ayah (sejumlah artefak ini di masyarakat mendapatkan nama lokal “watu kalbut”), sementara lingga dan yoni yang terpisah dapat ditemukan di Dukuh Kaliwatu, Desa Triwarno Kecamatan Kutowinangun.
Lapisan sosial budaya era Islam dapat dilacak melalui sejumlah bangunan masjid tua seperti Saka Tunggal (sejak tahun 2004 sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya yang dilindungi), di Desa Pekuncen Kecamatan Sempor dan naskah-naskah tua baik berupa Al Qur’an dan naskah-naskah barzanji maupun sejumlah naskah babad.
Demikian pula lapisan sosial budaya era kolonial meninggalkan warisan berupa sejumlah bangunan seperti eks pabrik Insulinde dan Mexolie yang sekarang menjadi sebuah hotel dan eks gedung asisten residen yang sekarang menjadi kantor bupati dan Benteng Van der Wijck (nama aslinya Fort Cochius) yang sekarang menjadi lokasi wisata serta benda-benda lainnya entah itu berwujud medali penghargaan, dokumen besluit, foto-foto langka, peta dan denah bangunan.







Saat ini belum ada komentar