Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Kebumen Membutuhkan Museum

Kebumen Membutuhkan Museum

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Rab, 5 Mar 2025
  • visibility 2.789
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Jika demikian, di manakah kita bisa menemukan bukti-bukti wujud peninggalan Kebumen di masa lalu itu? Semua bukti-bukti itu tersimpan di rumah warga-baik yang tinggal di Kebumen maupun luar Kebumen-dan ada yang tersimpan di gudang-gudang yang terkadang tidak secara layak pemeliharaannya.

Ada juga yang tersimpan di pekarangan-pekarangan warga terkena terik matahari dan diguyur hujan beratus tahun sehingga mengubah warna dan keutuhan sejumlah benda-benda bersejarah tersebut.

Temuan Artefak Era Megalitik Hingga Pasca Kolonial

Jika kita petakan berdasarkan temuan-temuan artefak di Kebumen, maka lapisan-lapisan kehidupan sosial budaya dan sosial keagamaan serta sosial ekonomi di Kebumen masa lalu meliputi era megalitik, era Hindu, era Islam, era kolonial serta era pasca kolonial.

Lapisan sosial budaya era Hindu dapat kita lacak sebarannya berupa peninggalan artefak keagamaan lingga dan yoni di Desa Sumberadi, Kebumen (tahun 2024 artefak ini sudah ditetapkan menjadi benda cagar budaya kabupaten yang harus dilindungi). Sementara artefak yoni tanpa lingga terdapat di Dusun Kabuaran Desa Ayamputih Kecamatan Buluspesantren dan Desa Rowo, Kecamatan Mirit serta Desa Singoyudan, Kecamatan Mirit.

Sementara artefak lingga tanpa yoni dapat ditemukan di Desa Ayah (sejumlah artefak ini di masyarakat mendapatkan nama lokal “watu kalbut”), sementara lingga dan yoni yang terpisah dapat ditemukan di Dukuh Kaliwatu, Desa Triwarno Kecamatan Kutowinangun.

Lapisan sosial budaya era Islam dapat dilacak melalui sejumlah bangunan masjid tua seperti Saka Tunggal (sejak tahun 2004 sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya yang dilindungi), di Desa Pekuncen Kecamatan Sempor dan naskah-naskah tua baik berupa Al Qur’an dan naskah-naskah barzanji maupun sejumlah naskah babad.

Demikian pula lapisan sosial budaya era kolonial meninggalkan warisan berupa sejumlah bangunan seperti eks pabrik Insulinde dan Mexolie yang sekarang menjadi sebuah hotel dan eks gedung asisten residen yang sekarang menjadi kantor bupati dan Benteng Van der Wijck (nama aslinya Fort Cochius) yang sekarang menjadi lokasi wisata serta benda-benda lainnya entah itu berwujud medali penghargaan, dokumen besluit, foto-foto langka, peta dan denah bangunan.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melalui Dana Pokir Anggota Dewan, Bantuan Sarpras Senilai Ratusan Juta Diserahkan Bupati Kebumen untuk Pelaku UMKM

    Melalui Dana Pokir Anggota Dewan, Bantuan Sarpras Senilai Ratusan Juta Diserahkan Bupati Kebumen untuk Pelaku UMKM

    • calendar_month Jum, 30 Des 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.225
    • 0Komentar

    Jenis Bantuan Sarpras Yang Diserahkan  Barang yang diterima, yakni Compressor 2HP 8B 24L 1P DD CRDC022, Cordless Circular Saw, Cordless Impact Drill Set 12V IRCIDS121, Cordless Sander, Dril Vise Standard Type 3IN, F Clamp 8X30CM LRFC830, Mesin Bobok Kayu, Mesin Planer, Spray Gun HVLP 1.8MM W/ Cup RRDGS18, Wood Trimmer/Mesin Propil Makita. “Masing-masing dari mereka […]

  • Upaya DLHKP Kebumen untuk Pembangunan Berkelanjutan di Kecamatan Prembun

    Upaya DLHKP Kebumen untuk Pembangunan Berkelanjutan di Kecamatan Prembun

    • calendar_month Sel, 15 Nov 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.298
    • 0Komentar

    Irma Damayanti dalam paparannya menjelaskan, bahwa untuk menyusun dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) harus melalui tahapan yang salah satunya yaitu konsultasi publik. “Hari ini output yang diharapkan adalah penjaringan isu. Jadi nanti ada jumlah isu yang muncul dari semua kepala desa yang dihadirkan dari Kecamatan Prembun. Nanti permasalahannya apa, kemudian dijaring menjadi isu prioritas,” […]

  • Dirut RS PKU Muhammadiyah Gombong dr Ibnu Naser Arrohimi menyampaikan keterangan kepada awak media. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Warga Rowokele Positif Covid-19, Kondisinya Membaik

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 61.117
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Seorang warga Kecamatan Rowokele, Kebumen berinisial SF (61) dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (Covid-19). Pasien yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Gombong itu kondisinya sudah membaik. Direktur Utama Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong, dokter Ibnu Naser Arohimi menyebutkan bahwa hasil swap pertama positif dan swap kedua negatif dan pasien […]

  • Ilustrasi room cafe karaoke. Pixabay/citypraiser

    Ketagihan Karaoke, Kuli Bangunan Ini Gadaikan Motor Rentalan

    • calendar_month Jum, 4 Sep 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.659
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Menyanyi di room cafe karaoke ditemani cewek pemandu lagu yang seksi itu membikin ketagihan. Hal itu paling tidak dialami oleh EK (29) warga Desa Kebadongan, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan itu awalnya pergi ke cafe karaoke karena diajak dan ditraktir temannya. Lama-lama karena rikuh dan gengsi, […]

  • Virus LSD “Lato-lato” Merebak, Ini Langkah Pemkab Kebumen

    Virus LSD “Lato-lato” Merebak, Ini Langkah Pemkab Kebumen

    • calendar_month Jum, 5 Mei 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.307
    • 0Komentar

    “Ini sudah gencar mengadakan pengobatan massal ke desa-desa dengan melibatkan dokter hewan dari Puskeswan. Bagi desa yang mau melakukan pengobatan massal dapat berkoordinasi dengan Puskeswas terdekat untuk dijadwalkan pengobatan massal,” lanjutnya. Dalam pengobatan massal itu setiap ekor sapi dikenakan biaya pengobatan sebesar 5000 rupiah. Biaya tersebut nantinya dikembalikan lagi ke kas daerah untuk PAD. Mengapa […]

  • Dorong UMKM Kebumen Naik Kelas, Pemkab Gelar Business Matching dan Luncurkan Program Bela Beli

    Dorong UMKM Kebumen Naik Kelas, Pemkab Gelar Business Matching dan Luncurkan Program Bela Beli

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 917
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menggelar acara Business Matching atau temu bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Sabtu 22 Maret 2025 di Pendopo Kabumian. Acara ini bertujuan untuk memperluas jaringan dan pemasaran UMKM lokal, sehingga mereka dapat naik kelas dan berkontribusi lebih besar pada perekonomian daerah. Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati […]

expand_less