Hegemoni Kekuasaan Jokowi: Membongkar Pengkhianatan Melalui Lensa Althusserian
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 4 Des 2024
- visibility 1.479
- comment 0 komentar

Ilustrasi Jokowi: (Foto: pngwing.com)
Selain itu, RSA juga digunakan untuk mengendalikan perlawanan. Demonstrasi besar yang dilakukan oleh mahasiswa dan buruh, misalnya, sering kali dihadapi dengan tindakan represif. Hal ini mencerminkan bagaimana Jokowi menggunakan kekuasaan negara tidak hanya untuk membangun hegemoni ideologis tetapi juga untuk meredam oposisi.
Ancaman terhadap Demokrasi dan Ideologi Bangsa
Melalui teori Louis Althusser, langkah-langkah politik Jokowi dapat dilihat sebagai pengkhianatan sistematis terhadap ISA dan RSA yang seharusnya berfungsi untuk menjaga demokrasi dan ideologi bangsa. Pengkhianatan terhadap PDI Perjuangan, Prabowo Subianto, Koalisi KIM, dan rakyat Indonesia mencerminkan upaya untuk mempertahankan kekuasaan melalui manipulasi ideologi dan kontrol represif.
Jokowi berhasil menggunakan ISA untuk menciptakan legitimasi politiknya, tetapi langkah ini melemahkan institusi-institusi ideologis seperti partai politik dan koalisi. RSA digunakan untuk mengendalikan oposisi dan memastikan stabilitas kekuasaannya, meskipun hal ini merusak demokrasi substantif.
Untuk melawan ancaman ini, rakyat, terutama pemuda dan mahasiswa, harus menjadi subjek yang sadar ideologi. Mereka harus membangun gerakan kolektif yang mampu menantang hegemoni ideologi Jokowi dan mengembalikan demokrasi Indonesia pada jalur yang lebih inklusif dan substantif. Hanya dengan begitu, ISA dan RSA dapat berfungsi sesuai dengan tujuan awalnya: melayani rakyat, bukan kekuasaan individual.
Penulis: Bung Kafi, Alumni Mahasiswa Filsafat UIN Sunan Kalijaga, Aktivis NU, dan Kader Partai PDI Perjuangan.







Saat ini belum ada komentar