Mengenal Ular Kisik atau Lare Angon, yang Sering Muncul di Pekarangan Rumah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 27 Apr 2025
- visibility 8.494
- comment 0 komentar

Ular kisik saat memangsa kodok. (Foto: Padmo)
Di bagian kepalanya terdiri atas perisai (sisik) labial (bibir) atas sekitar 9 buah, dengan beberapa sisi di tepian mata, berwarna putih dengan pinggiran belakang berwarna hitam. Sisik labial bawah sebanyak 10 buah, sebagian berukuran besar. Terdapat sisik anterior temporal di kedua sisi kepala. Kedua lubang hidung mengarah ke samping.
Penyebaran dan Ekologi Perilaku
Ular kisik tersebar di Semenanjung Malaya, Singapura, dan Indonesia (Sumatra, Bangka-Belitung, Jawa, dan Sulawesi (masih dalam perdebatan)).
Reptil ini menghuni daerah lembap di dataran rendah hingga ketinggian 1200 mdpl. Ular semi akuatik ini berkelana pada siang hari dan biasanya dekat dengan sumber air seperti sungai, rawa-rawa, kolam, perairan sawah, atau di rerumputan yang lembap. Makanan utamanya adalah kodok dan ikan kecil.
Ular kisik tidak berbahaya bagi manusia. Di beberapa perkampungan di Jawa Tengah termasuk di perdesaan di Kebumen, ular ini sering kali menjadi buruan, bahkan menjadi mainan oleh anak-anak. Ular kisik berkembang biak dengan bertelur (ovipar). Jumlah telur yang dihasilkan sebanyak delapan butir.
Pertahankan Diri dengan Keluarkan Bau Busuk
Dilansir idntimes.com dari Clinical Toxinology Recourses, ular kisik termasuk ular yang pasif, pemalu, dan bahkan sangat jarang menggigit. Jika bertemu dengan manusia atau predator naluri alami ular ini akan mendorongnya untuk kabur atau bersembunyi di tempat-tempat sempit dan gelap.








Saat ini belum ada komentar