Terdampak PPKM, Hanya 30 % Truk Beroperasi
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 28 Jul 2021
- visibility 2.380
- comment 0 komentar

Truk melintas di jalan lingkar selatan Kebumen. (Foto: Padmo)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pandemi Covid-19 berdampak luar biasa bagi para pengusaha transportasi termasuk truk. Apalagi pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Bali sejak 3 Juli 2021 yang berlanjut hingga 2 Agustus 2021 makin memperparah keadaan.
“Para pelaku usaha transportasi hampir tidak ada muatan. Pabrik tidak beroperasi dan toko-toko yang menerima barang dari pabrik tidak ada yang buka,” ujar Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jateng-DIY Bambang Widjanarko di sela-sela membagikan nasi kotak untuk masyarakat di Kebumen, Senin 26 Juli 2021.
Menurut Bambang, dampak terberat pandemi bagi pengusaha transportasi terjadi pada 20 April 2020. Operasional truk hanya 30 persen karena saat itu semua merasa ketakutan terhadap ancaman Coronavirus. Setelah itu perlahan kondisi sedikit membaik sampai akhir tahun.
Banyak Awak Truk Terpapar Covid-19
Setelah liburan akhir tahun kasus Covid-19 meningkat, kemudian pasca Lebaran penularan kian meluas sehingga operasional angkutan kembali turun.
“Saat ini situasi kembali seperti 20 April 2020. Hanya saja sepanjang 2020, tidak ada terlapor sopir maupun kernet yang terinfeksi Covid-19. Sedangkan memasuki 2021 mulai banyak awak truk yang terkonfimasi positif Covid-19,” ujar pengusaha asal Banyumas tersebut.








Saat ini belum ada komentar