Tenaga Kesehatan Was-was Tangani Pasien Indikasi Covid-19, Ini Sebabnya

  • Whatsapp
Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan menipis. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan menipis. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Penyebaran virus Corona (Covid-19) tampaknya membuat was-was para tenaga kesehatan di Kebumen.  Bagaimana tidak, di  fasilitas layanan kesehatan mulai dari lini dokter praktik pribadi, klinik, puskesmas hingga rumah sakit ketersediaan alat pelindung diri (APD) semakin menipis.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kebumen dokter Andika Purwita Aji menyampaikan, APD sudah sangat langka. Bahkan rumah sakit yang sudah menyiapkan APD sebelum Covid-19 merebak, kebutuhannya lebih banyak daripada yang diperkirakan sehingga stoknya sudah menipis.

Berita Lainnya

Tanpa APD Memadai, Tenaga Kesehatan  Berisiko Tinggi Tertular Virus

Tanpa APD memadai, kata dia, tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 berisiko tinggi tertular virus. Pihaknya butuh dukungan dari stakeholder dalam pemenuhan APD yang menjadi senjata menghadapi pasien dengan idikasi Covid-19.

“Tanpa APD yang memadai, mau maju saja sudah ketakutan,” ujar Andika Purwita Aji di sela-sela Audiensi dengan Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kebumen.

Andika berharap APD tersedia dengan mudah baik dari lini dokter praktik pribadi, klinik, puskesmas dan rumah sakit. Apalagi harga sekarang ini sudah melambung tinggi. Hal ini untuk melindungi tenaga medis sebagai garda depan dalam menangani pasien indikasi Covid-19.

IDI Cabang Kebumen Adakan 1.000 Hand Sanitizer
IDI Kebumen saat audiensi dengan Wabup Kebumen. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
IDI Kebumen saat audiensi dengan Wabup Kebumen. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Saat ini IDI Cabang Kebumen mengadakan 1.000 hand sanitizer untuk dibagikan kepada tenaga kesehatan. Di masyarakat IDI Kebumen akan membagikan stiker dan leaflet untuk sosialisasi masalah Corona. Juga agar masyarakat benar-benar memaham social distancing.

“Harapannya masyarakat bisa melaksanakan dan patuh dari diri sendiri untuk mengurangi penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Jumat 20 Maret 2020 jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 85 orang. Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) orang. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit.

Baca Juga: Salat Jumat, Jamaah Panjatkan Doa Qunut Nazilah

Para pasien masih diisolasi di ruang isolasi. Meski rontgen sudah dilakukan tetapi masih menunggu pemeriksaan swab tenggorokan. Padahal pemeriksaan swab tenggorokan adalah golden diagnosa dari Covid-19.

“Harapan dari praktisi medis, ada rapid test untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi Corona atau tidak. Namun sampai saat ini baru dengan pemeriksaan swab tenggorokan yang membantu dalam menegakkan diagnosa,” ujar Direktur RS PKU Muhammadiyah Petanahan tersebut.

Aturan Belum Jelas Petugas Kesehatan Kebingungan Kelola Pasien

Jika memungkinkan, di Kebumen perlu ada satu atau dua titik untuk melakukan swab. Sehingga deteksi kasus bisa lebih cepat.

“Tidak seperti sekarang ini, kita sudah banyak PDP tetapi masih kesulitan untuk menentukan apakah positif atau tidak,” ujarnya seraya menambahkan dengan deteksi kasus lebih awal otomatis akan segera dilakukan penanganan lebih lanjut.

Lebih lanjut Andika meminta kepada tenaga kesehatan untuk tetap semangat. Mengingat beberapa prediksi saat ini masih di awal periode. Jadi masih panjang lagi sehingga tingkat stres perlu dijaga.

“Aturan-aturan yang belum jelas membuat mereka kebingungan dalam mengelola pasien. Saya minta tetap bersabar dan menunggu aturan yang lebih pasti supaya tidak kebingunan lagi,” tandasnya. (ndo)

Berita Terkait