Tanggul Sungai Karanganyar Kembali Jebol, Warga Panjatan Minta Pembangunan Permanen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 11 Nov 2025
- visibility 421
- comment 0 komentar

Kondisi tanggul yang jebol di Kelurahan Panjatan. (Foto: BPBD Kebumen)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sejumlah desa di Kecamatan Karanganyar, Kebumen dilanda banjir akibat luapan Sungai Karanganyar, Minggu 9 Nopember 2025. Kondisi terparah terjadi di Kelurahan Panjatan akibat jebolnya kembali tanggul darurat.
Di Kecamatan Karanganyar banjir melanda Desa Karangkemiri, Desa Candi, Kelurahan Plarangan, dan Kelurahan Panjatan. Genangan juga terjadi di Desa Pekuwon Kecamatan Adimulyo dan Desa Peniron Kecamatan Pejagoan.
Sedikitnya 1.700 jiwa dari ratusan kepala keluarga terdampak, dan 10 warga di Kelurahan Panjatan terpaksa mengungsi ke tempat aman.
Humas BPBD Kebumen, Heri Purwoto, menjelaskan bahwa pihaknya bersama TNI, Polri, Tagana, dan relawan segera mengevakuasi warga terdampak serta membersihkan material longsor. Posko darurat dan dapur umum juga telah didirikan untuk membantu warga yang mengungsi.
“Hingga malam, tim gabungan masih melakukan asesmen cepat di lapangan. Data dampak dan kerugian sementara terus diperbarui,” ujar Heri Purwoto.
Pada Senin 10 Nopember 2025 pagi, banjir di Desa Karangkemiri, Plarangan, dan Candi mulai surut. Namun, genangan di Kelurahan Panjatan masih bertahan dengan ketinggian air 30–50 cm. Arus lalu lintas di Jalan Nasional depan Hotel Aman Karanganyar yang sempat tersendat kini sudah bisa dilalui kendaraan roda empat.
Tidak Ada Korban Jiwa Maupun Luka
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, 10 warga Panjatan masih berada di lokasi pengungsian sementara. Data kerugian material dan kerusakan infrastruktur masih dihimpun tim gabungan.
Menurut Heri, penyebab utama bencana ini adalah curah hujan tinggi disertai kondisi tanggul yang melemah akibat erosi dan sedimentasi sungai.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai dan tebing rawan longsor,” tambahnya.
BPBD juga meminta seluruh camat dan kepala desa di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah pegunungan.
Harapan Warga untuk Tanggul Permanen
Agus, warga Kelurahan Panjatan, berharap tanggul yang jebol segera dibangun secara permanen. Ia menilai tanggul darurat berbahan karung pasir tidak lagi memadai.
“Kalau hanya tanggul darurat, kami tetap was-was setiap hujan. Tanggul di titik ini sudah beberapa kali jebol,” ujarnya.
Sebagai informasi, tanggul di lokasi tersebut pernah jebol pada 10 November 2024, kemudian kembali rusak tiga hari menjelang Idulfitri 2025, dan kini jebol lagi pada 9 November 2025. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar