Penguatan Ekonomi Desa, Pemkab Kebumen Gelar Pelatihan KDMP dan Digital Marketing
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sen, 15 Sep 2025
- visibility 799
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Upaya ini diwujudkan dengan menggelar pelatihan bagi para pengurus koperasi yang berlangsung di Hotel Mexolie, Senin 15 September 2025.
Kepala Disperindag KUKM Kebumen, Haryono Wahyudi, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali pengurus KDMP dengan pemahaman mendalam tentang dasar-dasar koperasi.

Kegiatan pelatihan digital marketing bagi santri pondok pesantren di Kabupaten Kebumen. (Foto: Hari)
“Dengan pengetahuan yang kuat, para pengurus diharapkan dapat mengelola koperasi secara profesional dan berperan aktif sebagai badan usaha,” jelasnya.
Pelatihan ini diikuti oleh 240 pengurus KDMP, yang dibagi menjadi dua angkatan. Mereka akan mempelajari berbagai jenis usaha yang bisa dikembangkan, mulai dari Apotek Desa, Klinik Desa, Gerai Sembako, Unit Simpan Pinjam, hingga Unit Logistik dan Cold Storage.
Dalam sambutannya, Bupati Lilis Nuryani menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari strategi pemerintah pusat untuk membuat masyarakat desa lebih berdaya saing dan mandiri.
“Masyarakat tidak bisa lagi hanya menunggu bantuan, tetapi harus mampu menggerakkan ekonomi desa demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Bupati menambahkan, dengan 460 desa/kelurahan di Kebumen, berdirinya KDMP di setiap wilayah akan menjadi fondasi kuat bagi perekonomian daerah.
“Jika semua berjalan lancar, ekonomi Kebumen akan semakin kuat dan masyarakat akan sejahtera,” imbuhnya.
Pelatihan Digital Marketing untuk Santri
Pada kesempatan yang sama, Bupati Lilis Nuryani juga membuka Pelatihan Digital Marketing bagi 100 santri dari 20 pondok pesantren di Kebumen.
Kegiatan ini bertujuan membekali santri dengan keterampilan ekonomi digital, yang kini menjadi kebutuhan penting.
“Santri saat ini tidak hanya perlu belajar ilmu agama dan akhlak, tetapi juga harus melek ekonomi digital,” kata Bupati.
Pelatihan ini diharapkan dapat membantu santri memasarkan produk-produk pesantren secara lebih modern dan efektif.
Salah satu peserta, Rosadi dari Pondok Pesantren As Syiroj, Puring, menyambut baik pelatihan ini.
“Sebagai santri, kami sering terkendala jarak dan waktu untuk berjualan. Dengan digital marketing, kami bisa berdagang dari rumah dan menyesuaikan waktu,” ungkapnya.
Rosadi mengaku banyak hal baru yang dipelajari, seperti riset produk dan pembuatan konten video menarik. Ia berharap pelatihan serupa bisa terus diadakan secara berkesinambungan, bahkan dengan pendampingan lanjutan. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar