Songsong Pemilu 2024, Bawaslu Kebumen Sosialisasikan Pengawasan Pemilu Partisipatif

Menurutnya, pengawasan partisipatif dalam pemilu adalah upaya melibatkan warga negara dan kelompok masyarakat sipil dalam proses pemilu untuk memastikan bahwa pemilu berlangsung dengan jurdil dan transparan.

“Hal terpenting dari partisipasi pengawasan yang dilakukan masyarakat terhadap pencegahan tindak pelanggaran pemilu ialah kesadaran masyarakat untuk menolak terjadinya kecurangan pemilu,” jelas Hendrawan.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Rekapitulasi DPS Pemilu 2024 di Kebumen: 1.081.001 Pemilih Tersebar di 4.831 TPS

Namun dari itu semua, Hendrawan juga menjelaskan bahwa dalam proses pengawasan partisipatif pemilu, tidak serta merta tanpa hambatan.

Hambatan pengawasan partisipatif di antaranya;

  • Masyarakat tidak berani melaporkan kasus dugaan pelanggaran,
  • Masyarakat enggan melapor karena dianggap akan merepotkan,
  • Masyarakat masih beranggapan jika tugas mengawasi pemilu adalah tugas Bawaslu,
  • Budaya ewuh pakewuh,
  • Keterbatasan sumber daya seperti manusia, keuangan, dan logistik,
  • Ancaman dan intimidasi,
  • Tingkat partisipasi rendah.

“Jika masyarakat melihat atau menjumpai pelanggaran pemilu, jangan sungkan untuk melaporkannya. Masyarakat yang melaporkan, identitasnya akan aman dan terlindungi sesuai UU Perlindungan Saksi dan Korban,” tandasnya.

Pos terkait