Slogan Kebumen Beriman Ramai Dibicarakan, Bupati Arif Sugiyanto Angkat Bicara
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sab, 24 Agu 2024
- visibility 2.808
- comment 0 komentar

Raih Berbagai Penghargaan
Bupati bersyukur di era pemerintahannya, tata kota menjadi bersih dan rapi. Hal ini ditandai dengan diraihnya Piala Adipura. Kemudian pelayanan publiknya masuk terbaik nasional, pertumbuhan ekonomi masyarakatnya juga semakin naik, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi provinsi. Selain itu, Kebumen juga meraih penghargaan Revolusi Mental dan Kota Kreatif dari Kementerian Pusat.
“Inilah yang disebut beriman, bukan hanya sebatas jargon, tapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dalam bekerja. Alhamdulillah di masa pemerintahan kami bisa meraih 61 penghargaan nasional/regional. Mereka memberi apresiasi kepada pemerintahan kita karena dinilai semakin bagus,” tuturnya.
“Coba kalian bisa lihat dulu depan SMAN 1 Kebumen itu tertutup warung-warung, banyak sisa-sisa makanan dan minuman yang menyebabkan bau yang tidak sedap. Padahal itu SMA favorit kita yang banyak mencetak para pejabat. Alhamdulillah sekarang sudah bersih, terlihat lebih rapih. Seperti itulah Beriman,” tuturnya.
Ia menyatakan bahwa dirinya bukan tidak setuju dengan slogan Kebumen Beriman. Ia justru yang memasukan kata Kebumen Beriman dalam Mars Kebumen ciptaan Slamet Pramono guru SMAN 1 Kebumen. Selama ini, Kebumen tidak memiliki lagu mars maupun hymne yang menggambarkan jatidiri masyarakat kita beserta potensinya.
“Sekarang kita sudah punya mars dan hymne Kebumen ciptaan Pak Slamet Pramono, dari dulu kita nggak punya, dan sekarang sudah dipatenkan menjadi hak cipta. Lagu itu selalu diputar setiap ada kegiatan di masyarakat, dan saya yang memasukan kata Kebumen Beriman di situ, bukan yang lain,” jelasnya.
Bupati menuturkan, Kebumen itu banyak memiliki slogan yang lahir dari masyarakat. Seperti halnya Kebumen Ora Baen-Baen, Kebumen Pancen Maen. Kemudian sekarang ada Kebumen Semarak (sejahtera mandiri dan berakhlak). Bagi Bupati pengunaan slogan itu tidak masalah, sesuai dengan konteksnya.
“Jadi mau pakai Kebumen Beriman silakan, Kebumen Pancen Maen, Kebumen Ora Baen-Baen, Kebumen Semarak. Yang penting jangan hanya dijadikan slogan. Apalagi ini hanya dijadikan komoditas politik sesaat. Tentu sangat disayangkan,” tandas bupati.








Saat ini belum ada komentar