Pj Gubernur Jateng Tinjau Lokasi Jebolnya Tanggul Kali Karanganyar
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 22 Nov 2024
- visibility 365
- comment 0 komentar

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana didampingi Pjs Bupati Kebumen dan forkopimda meninjau lokasi jebolnya tanggul Kali Karanganyar di Kelurahan Panjatan. (Foto: Hari)
KARANGANYAR (KebumenUpdate.com) – Pasca bencana banjir di Kelurahan Panjatan yang disebabkan jebolnya tanggul Kali Karanganyar, Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana meninjau lokasi tersebut. Setidaknya terdapat 400 keluarga terdampak banjir saat kejadian yang berlangsung pada 10 November 2024 kemarin.
“Kami bersama Pjs Bupati Kebumen meninjau kondisi tanggul yang jebol. Memang ada sekitar 400 kepala keluarga (KK) yang terdampak dan dievakuasi. Sekarang, mereka sudah kembali ke rumah masing-masing,” kata Nana usai peninjauan dan bertemu warga di Balai Kelurahan Panjatan, Kamis 21 November 2024.
Baca juga: Ruas Jalan Karangsambung–Sadang Longsor, Sisakan Setengah Badan Jalan
Nana juga menyempatkan diri untuk bertemu ratusan warga terdampak banjir. Ia menyerahkan bantuan 1,4 ton beras untuk Kecamatan Karangsambung, 1,75 ton beras untuk Kecamatan Adimulyo, dan 6,85 ton beras untuk Kecamatan Karanganyar.
Bantuan lainnya disalurkan melalui DP Korpri Jateng berupa 200 paket senilai Rp24.000.000, BUMD Jateng Peduli Bencana sebesar Rp45.000.000.
Di lokasi tanggul jebol, Nana menjelaskan bahwa ke depan akan ada perbaikan secara permanen dan lebih kuat. Saat ini hanya dilakukan perbaikan sementara mengingat kondisi masih sering turun hujan.
“Memang belum permanen karena masih hujan, tetapi sudah cukup kuat. Ini kerja sama dari kabupaten, provinsi, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Ini akan kami kawal terus dan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum,” katanya.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait agar ada normalisasi sungai dan tanggul. Selama ini, tanggul-tanggul yang ada hanya terbuat dari tanah sehingga rentan jebol apabila hujan deras dengan intensitas tinggi.
“Normalisasi memang harus kita lakukan. Kita akan kerja sama untuk ini. Kami perbaiki supaya jangan sampai terulang kejadian sama dan berdampak lebih besar terhadap masyarakat,” jelas Nana.









Saat ini belum ada komentar