Pendapatan Asli Daerah Turun dari Tahun Sebelumnya, Ini Penjelasan Bupati Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 4 Sep 2024
- visibility 1.764
- comment 0 komentar

Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH MH. (Foto: Humas Pemkab Kebumen)
Kemudian upaya Pemkab untuk menaikan PAD, salah satunya menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk mengelola pariwisata milik pemerintah daerah. Seperti halnya wisata Pandan Kuning, Petanahan, Pemandian Air Hangat, Krakal, Pantai Suwuk, dan Goa Jatijajar.
“Pendapatan obyek wisata yang setiap tahun biasanya hanya Rp400 juta, sekarang sudah Rp 1,6 Miliar. Ini karena kita kerjasamakan pengelolaannya dengan pihak sewasta. Jadi bisa meningkat berkali-kali lipat,” tandasnya.
Berdasarkan data resmi dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Kebumen, berikut perolehan PAD dari tahun ke tahun.
- Tahun 2020 sebesar Rp 403,805,016,754
- Tahun 2021 sebesar Rp 472,048,471,849
- Tahun 2022 sebesar Rp 512,504.293.327
- Tahun 2023 sebesar Rp 463,737,904,990
- Tahun 2024 sebesar Rp 467.192.970,000
Dari data tersebut terlihat, PAD pada 2021 sebesar Rp472 miliar, kemudian pada APBD murni 2024 PAD-nya masih Rp448 miliar. Menurut Bupati Arif Sugiyanto, wajar PAD 2021 mengalami kenaikan karena untuk tahun 2021 dan 2022 ada pendapatan BLUD, berupa klaim Covid-19 yang pendapatannya hanya bisa digunakan di lingkup BLUD tidak untuk yang lain. Sehingga wajar saat itu naik.
“Nah sekarang sudah tidak ada Covid. Kami optimistis PAD pada 2024 akan terus naik melampaui target. Lebih tinggi dari perolehan PAD dari tahun sebelum-sebelumnya,” tandas Bupati.








Saat ini belum ada komentar