Pemberdayaan Pemuda Gombong: UMKM Digital Jadi Solusi
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 5 Sep 2025
- visibility 1.219
- comment 0 komentar

Para peserta mempresentasikan hasil kerja mereka setelah berhasil membuat anggaran keuangan dasar. (Foto: Dok. Fajar Agung Nugroho)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Upaya pemberdayaan pemuda kembali hadir di Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Sebanyak 30 pemuda-pemudi setempat mengikuti program pelatihan bertajuk “Pemberdayaan Pendidikan, Digitalisasi, dan Kewirausahaan Bagi Jobless Youth Group Melalui Inkubasi Kewirausahaan UMKM Digital”.
Program ini diinisiasi oleh dosen Universitas Muhammadiyah Gombong, yaitu Fajar Agung Nugroho, MNS., Aang Anwarudin, M.Kom., dan Tiyan Fatkhurrokhman, MM. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari hibah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun 2025 melalui skema Program Pemberdayaan Masyarakat Pemula.
Pada pelatihan diselenggarkan pada 18-30 Agustus 2025, peserta dibekali dengan empat materi inti, yakni Pembukuan Keuangan Dasar, Ide Bisnis Berbasis Kearifan Lokal, Desain Etalase Digital Marketing, serta Teknik Sablon Manual dan Direct To Film (DTF). Keempat materi ini diharapkan mampu menumbuhkan keterampilan praktis sekaligus memperkuat daya saing pemuda di era digital.

“Pemuda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Melalui pelatihan ini, kami ingin pemuda tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja melalui UMKM digital,” ujar Fajar Agung Nugroho, MNS., yang menjadi ketua program kegiatan pelatihan ini.
Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga melakukan praktik langsung, mulai dari simulasi pencatatan keuangan sederhana, merumuskan ide bisnis berbasis potensi lokal, hingga mempraktikkan teknik sablon manual dan DTF.
Banyak peserta mengaku mendapatkan pengalaman baru yang langsung dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya baru tahu cara membuat pembukuan sederhana untuk usaha kecil, ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Skill sablon ini sangat membantu bagi kami yang ingin memulai UMKM,” ungkap salah satu peserta.
Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Gombong berharap lahir wirausahawan muda baru yang mampu mengembangkan potensi daerah sekaligus berdaya saing di pasar digital. Dukungan dari Kemenristekdikti menjadi tonggak penting agar program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak komunitas pemuda di daerah lain.
Dengan semangat kolaborasi, pemberdayaan ini diharapkan tidak hanya menjadi jawaban atas problem pengangguran, tetapi juga menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi kreatif di tingkat lokal. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar