Mengenal Ahmad Rizal Rifani: Mahasiswa Vokasi UNY ‘Incredible’ asal Kebumen dengan 145 Prestasi
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 4 Agu 2025
- visibility 19.189
- comment 0 komentar

Ahmad Rizal Rifani berpose dengan penghargaan yang diraihnya. (Foto: Dok. Pribadi)
Ia juga dua kali lolos pendanaan penuh Program Inovillage, program nasional yang mendorong inovasi berbasis teknologi informasi untuk mengatasi masalah nyata di masyarakat. Inovasi yang paling menonjol dari program ini adalah Bank Sampah WAMAS yang sukses diimplementasikan di Desa Potorono, Bantul, serta Kursi Roda Elektrik yang aman dan ekonomis untuk membantu mobilitas masyarakat penyandang disabilitas.
Semester 7 Mengikuti Technical Trainee di Jepang
Pada semester tujuh, Rizal mendapat tawaran mengikuti technical trainee kerja sama antara UNY dan perusahaan manufaktur Jepang, ISUZU Japan, selama satu tahun.
“Saya bersaing dengan ratusan mahasiswa dari UNY dan luar kampus untuk dipilih beberapa orang berangkat ke Jepang,” ceritanya.
Pengalaman dan prestasi yang ia miliki menjadi modal kuat untuk terpilih. Selama mengikuti program Technical Trainee di Jepang, ia tetap membagi waktu untuk menyelesaikan skripsi, hingga akhirnya berhasil sidang dan yudisium secara daring dari Jepang. Ia pun mencatat sejarah sebagai mahasiswa pertama Fakultas Vokasi UNY yang lulus dan sidang dari luar negeri, sekaligus meraih predikat cum laude dan lulusan terbaik.
Ingin Berkontribusi dan Memberi Dampak Nyata
Kini, setelah lulus, Rizal mengabdikan diri sebagai mentor Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di SMAN 2 Kebumen. Di dunia kerja, ia pun kembali menorehkan prestasi dengan menjadi supervisor termuda di perusahaan tempatnya bekerja saat ini.
Rizal mengungkapkan bahwa iasebagai manusia yang bermanfaat melalui ilmu serta penelitian yang dijalankannya. Ke depannya, ia bercita-cita melanjutkan studi hingga meraih gelar profesor setelah memperoleh pengalaman kerja dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Selain itu, ia juga memiliki Impian untuk membangun industri dan UMKM yang berdampak bagi masyarakat serta lingkungan, sehingga mendorongnya untuk mendalami ranah Teknik Industri sebagai bekal mewujudkan visi tersebut. Rizal berharap ilmu yang ia peroleh dapat bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas.
“Setelah saya yudisium, saya mendapat tawaran beasiswa kuliah di Taiwan/China dan tawaran pekerjaan di posisi strategis di Indonesia. Saya ingin teman-teman yang ragu masuk jalur mandiri atau minder untuk berprestasi tetap berusaha dan semangat, karena rezeki tidak akan tertukar. Ketika takdirmu sudah dijalankan, selalu bersyukur dan memanfaatkan peluang yang ada karena mungkin itulah jalan yang Tuhan berikan,” pungkasnya.







Saat ini belum ada komentar