Mahasiswi Kebumen yang Kuliah di Wuhan Tiba di Rumah, Begini Kondisinya

Yessi Liana Putri. (Via Yesvlog)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Yessi Liana Putri (20)  mahasiswi asal Kabupaten Kebumen yang kuliah di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok akhirnya sampai ke kota kelahirannya, Kebumen, Minggu 16 Februari 2020 dini hari. Setelah menjalani karantina selama dua minggu di Natuna, Yessi pulang ke rumah orang tuanya di Kelurahan Kebumen dalam kondisi sehat.

Usai menjalani karantina di Natuna, Yessi dipulangkan melalui Bandara Halim Perdanakusuma dan lanjut ke Bandara Adisucipto Yogyakarta. Turun di Yogyakarta Yessi bersama dua orang lainnya dari Purbalingga dan Wonosobo selanjutnya diantarkan ke rumah masing-masing.

Bacaan Lainnya
Ayah Yessi Sampaikan Terima Kasih Kepada Pemerintah

Sulistio Hindarto (46) ayah Yessi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia. Sejak awal evakuasi dari Tiongkok ke Batam dan selama dua minggu dikarantina di Natuna, kemudian pulang melalui Halim Perdanakusuma, Yogyakarta dan sampai ke rumah dijamin oleh pemerintah.

“Sebagai warga kami menyampaikan terima kasih dan puas atas pelayanan perintah,” ujar Sulistio Hindarto seperti dikutip Suara Merdeka, Minggu  16 Februari 2020.

Selama Dikarantina, Yessi Diperlakukan Secara Khusus

Sementara itu, kondisi Yessi anak kedua dari dua bersaudara itu dalam kondisi sehat. Selama dikarantina dirinya diperlakuan khusus, setiap hari dilakukan pemeriksaan oleh tim medis untuk memantau suhu tubuh. Hal ini untuk memastikan tidak ada yang terpapar virus corona.

Terkait dengan perkuliahan di Wuhan, untuk sementara pihak kampus melakukan perkuliahan daring. “Perkuliahan dilakukan secara online Selasa-Jumat,” ujar Sohin, panggilan akrabnya.

Ingin Melanjutkan Kuliah Lagi di Kota Wuhan

Sementara itu, menurut penuturan Yessi jika kondisi di Wuhan sudah aman dirinya ingin segera melanjutkan kuliah lagi. Namun demikian, untuk sementara dia masih menunggu informasi dari pemerintah Indonesia maupun pihak kampus.

Sebelumnya, Yessi menceritakan kondisinya di Kota Wuhan. Selama di Wuhan maupun di karantina dia bersama mahasiswa asal Indonesia dalam kondisi baik. Sejauh ini tidak ada yang terinfeksi virus corona.

“Yang diisolasi hanya Wuhan. Jadi kami masih bebas bepergian di Wuhan, tapi karena ada virus Corona kita mengurangi untuk bepergian ke luar,” tuturnya.

Selama Wabah Corona, Lebih Banyak Berada di Asrama

Namun begitu dia bersama mahasiswa lainnya, lebih banyak berada di dalam asrama. Keluar dari asrama hanya untuk keperluang sangat penting saja, seperti untuk membeli makanan.

“Untuk pergi ke market, atau beli bahan makanan dan lain-lain kita disini masih diperbolehkan,” ujarnya seraya menyebutkan selain karena wabah virus corona, Kota Wuhan terlihat lebih sepi karena sedang libur Imlek. (ndo)

Pos terkait