Koperasi Milenial untuk Kembangkan Bisnis Sartup
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 22 Des 2019
- visibility 3.125
- comment 0 komentar

Novi Wahyuningsih menunjukkan logo aplikasi yang dikembangkan melalui koperasi. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
KLATEN (KebumenUpdate.com) – Pengusaha muda asal Kebumen, Novi Wahyuningsih terus memperkenalkan dan mengembangkan Koperasi Konsumen Wahyu Global Cakrawala. Salah satunya dengan menggelar roadshow keliling Indonesia untuk mensosialisasikan koperasi milenial tersebut.
Seperti, Jumat, 20 Desember 2019 malam, Founder CakraTalk itu mengenalkan koperasi yang dia kembangkan saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk Edukasi Crowdfunding for Business di Hotel Grand Tjokro Jalan Pemuda Nomor 42 Klaten.
Koperasi Konsumen Wahyu Global Cakrawala Berinovasi Melalui Bisnis Startup
Ya, seminar gratis itu berhasil menarik minat masyarakat. Terbukti banyak yang hadir tidak hanya dari Klaten tetapi juga dari Boyolali dan Yogyakarta. Hadir Kepala Diskominfo Klaten, Amin Mustof yang mewakili Bupati Klaten Hj Sri Mulyani.
Novi menyebut koperasi yang dikembangkan merupakan koperasi millenial karena koperasi tersebut berinovasi melalui bisnis startup. Terdapat keuntungan menjadi anggota koperasi jika aplikasi semakin besar.
“Koperasi ini membangun ekonomi kerakyatan. Karena anggota koperasi akan memiliki saham tujuh aplikasi yang saya ciptakan,” jelas Novi di hadapan ratusan tamu undangan yang hadir.
Tujuh Aplikasi yang Sahamnya Bisa Dimiliki
Melalui PT Callind Cakra Nusantara yang berdiri sejak Januari 2016, Koperasi Konsumen Wahyu Global Cakrawala hadir menjawab tantangan kebutuhan komunikasi di era digital saat ini. Produk yang telah dihasilkan adalah CakraTalk, Kondangin, Belajar Holic, Glowis, Beli Pangan, Mediscall dan Ayober.
Produk ini dapat menjadi hak milik anggota koperasi dengan berpartisipasi sebagai pemiliki saham. Saat ini koperasi Wahyu Global Cakrawala hanya menjual 100.000 paket saham pra IPO. Adapun konsep yang ditawarkan Koperasi Konsumen Wahyu Global Cakrawala, setiap calon anggota koperasi akan menerima penawaran atas 10% saham Pra IPO Rp 55 miliar. Kemudian koperasi akan memecah menjadi 100.000 paket saham pra IPO.
“Koperasi menjual saham pra IPO kepada anggota atau calon anggota. Per paket harga saham pra IPO adalah Rp 550.000,” jelas Novi.
Beli Paket Saham Wajib Jadi Anggota Koperasi
Untuk membeli paket saham Pra IPO, seorang wajib menjadi anggota koperasi dulu baru beli sahamnya. Syarat menjadi anggota koperasi adalah memiliki KTP Indonesia, dan membayar administrasi.
“Saya belajar menanamkan komitmen, integritas, tanggung jawab dan utamakan keluarga ke kandidat jajaran direksi, sahabat leader dan anggota pemilik saham pra IPO melalui koperasi atau angel investor”, lanjut Novi mengingatkan jika ragu lebih baik tidak usah bergabung menjadi anggota.
Kepala Diskominfo Klaten, Amin Mustofa mengatakan, Pemkab Klaten mendorong munculnya inovator kreatif yang peduli kesejahteraan masyarakat seperti keberadaan koperasi ini.
“Selain mendukung program Pemkab Klaten dalam mewujudkan Klaten Smart City, keberadaan aplikasi ini dapat diterima dimanfaatkan dengan optimal dan bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Amin. (ndo)







Saat ini belum ada komentar