KKP Jamin Pembangunan Shrimp Estate di Pesisir Selatan Kebumen Tak Cemari Lingkungan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 26 Okt 2021
- visibility 2.659
- comment 0 komentar

Penerima bantuan dari KKP foto bersama dengan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen. (Foto: M Bahrudin)
Adapun sebagai persiapan Pemkab Kebumen memberangkatkan sejumlah warga dari desa setempat untuk mengikuti pelatihan di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara. Sehingga ketika shrimp estate mulai beroperasi, mereka sudah siap bekerja.
Revitalisasi Tambak Tradisional Menjadi Modern dan Terintegrasi

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan sambutan. (Foto: dok. KKP)
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, KKP menyiapkan roadmap sebagai acuan pembangunan sektor kelautan dan perikanan hingga 25 tahun ke depan (2045) yang sesuai dengan prinsip ekonomi biru. Sebagai langkah awal implementasi ekonomi biru, KKP akan meluncurkan kebijakan penangkapan terukur pada 2022.
Kemudian di subsektor perikanan budidaya akan dilakukan revitalisasi tambak tradisional menjadi lebih modern dan terintegrasi. Dari sekitar 247.000 hektare tambak tradisional yang ada saat ini, 14.000 hektare diantaranya akan direvitalisisai sehingga lebih produktif dan prosesnya ramah lingkungan. Untuk komoditas perikanan budidaya yang akan digenjot produktivitasnya adalah udang, lobster, kepiting dan rumput laut, yang seluruhnya unggulan ekspor.
Pihaknya juga akan membangun kampung-kampung budidaya berbasis kearifan lokal untuk pengentasan kemiskinan dan menjaga komoditas perikanan lokal bernilai ekonomi tinggi dari kepunahan. Kampung budidaya ini tersebar untuk komoditas perikanan darat (tawar), payau atau pesisir, serta laut.
“Tahun 2022 akan menjadi tonggak sejarah, dimana kita akan melakukan yang terbaik untuk implementasi tiga program terobosan KKP, yaitu penangkapan terukur, budidaya yang berorientasi ekspor, dan kampung budidaya yang berbasis pada kearifan lokal. Dalam hal ini, KKP tengah menyiapkan blue print pembangunan jangka panjang sampai 2045,” ujar Menteri Trenggono.








Saat ini belum ada komentar