KKP Jamin Pembangunan Shrimp Estate di Pesisir Selatan Kebumen Tak Cemari Lingkungan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Selasa, 26 Okt 2021
- visibility 2.816
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penerima bantuan dari KKP foto bersama dengan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen. (Foto: M Bahrudin)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Selain itu adalah penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Apa yang diberikan negara untuk masyarakat juga harus ada pengembalian untuk negara yang kemudian akan dikembalikan lagi untuk pembangunan masyarakat. Selanjutnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil pembangunan tambak udang.
Serap Tenaga Kerja Lokal dan Berikan Multiplier effec
Adapun untuk pengoperasian shrimp estate di Kebumen, KKP berkomitmen untuk memanfaatkan tenaga kerja lokal yang jumlahnya mencapai ratusan orang. Hanya tenaga kerja yang memiliki kemampuan spesifik yang didatangkan dari luar. Multiplier effect kegiatan itu akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Untuk itu masyarakat tidak perlu akan hanya jadi penonton tetapi menjadi tuan rumahnya sendiri.
“Bupati maupun wakil bupati bisa mengkritisi saya, jika suatu hari melenceng dari komitmen yang kami sampaikan,” ujarnya.
Baca Juga: KKP Tindaklanjuti Rencana Pembangunan “Shrimp Estate” di Pesisir Selatan Kebumen
Pembangunan shrimp estate seluas 100 hektare di Kecamatan Klirong dan Petanahan. Akhir 2021 akan dilaksanakan groundbreaking alias peletakan batu pertamanya. Sedangkan awal tahun 2022 mulai pembangunan dan akhir 2022 sudah bisa ujicoba.
“Jika rencana ini lancar, 2023 kita akan bisa produksi dan semoga bisa mendekati target 40 ton per hektare persiklus,” ujarnya.
Shrimp Estate Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan PAD

Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menyampaikan sambutan. (Foto: M Bahrudin)
Sebelumnya, Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH optimistis bahwa pembangunan shrimp estate akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menambah pendapatan asli daerah. Selama ini dengan tambak tradisional produksi hanya 5-7 ton per hektare per siklus.
“Dari hasil studi banding di kawasan tambak udang modern, produksinya bisa mencapai 35-38 ton per hektare. Jadi kami optimistis dengan shrimp estate target produksi udang 40 ton per hektare per siklus bisa tercapai,” ujarnya.
Ikuti Kebumen Update agar tak ketinggalan berita




Saat ini belum ada komentar