Keluarga Besar PKU Gombong Kurban 31 Ekor Sapi, Ini Rahasianya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 13 Agu 2019
- visibility 6.752
- comment 0 komentar

Dirut RS PKU Muhammadiyah Gombong dokter H Ibnu Naser Arohimi SAg MMR menyembelih sapi kurban. (Foto: Padmo-KebumenUpdate).
Kurban Implementasi Keikhlasan
Dokter Ibnu memaparkan bahwa kurban adalah implementasi keimanan atas keikhlasan. Dengan berkurban seorang muslim memiliki keberanian untuk mengikhlaskan sebagian harta yang dia miliki. Juga melepaskan rasa kepemilikan sebagai mana Nabi Ibrahim mengiklaskan Ismail.
“Filosofi ini menjadi penting bagi karyawan dan dakwah Muhammadiyah. Bahwa setiap pribadi Muslim memiliki keberanian untuk melepaskan kepemilikan, harta dan jabatan demi ketakwaan kepada Allah,” ujar dokter Ibnu.
Baca Juga: Kurangi Sampah Plastik, Pesantren Al Hasani Gunakan Besek untuk Salurkan Daging Kurban
Selain kurban, pihaknya mengadakan dana kuota haji. Idealnya setiap pegawai Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong sebelum memasuki masa pensiun sudah menunaikan ibadah haji. Dari tahun ke tahun, jumlah karyawan yang bisa berangkat haji semakin meningkat.
“Tahun ini, 21 karyawan berangkat ke Baitullah menunaikan rukun Islam kelima,” imbuhnya.
Institusi memfasilitasi dengan cara memberikan subsidi kepada mereka yang ingin berhaji, sekali dalam seumur hidup. Pengajuannya melalui seleksi untuk mendapatkan subsidi Rp 15 juta. Sisanya berasal dari tabungan karyawan. Selain itu, pihaknya pun bekerjasama seluas-luasnya dengan seluruh jaringan baik penyelenggara haji plus, Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKIH), dan Tim Pembimbing Ibadah Haji (TPIH).
“Kami mendorong seluruh karyawan untuk mendaftar. Hampir setiap tahun, banyak dokter dan perawat Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong yang menjadi petugas haji,” ujarnya. (ndo)








Saat ini belum ada komentar