Kejari Kebumen Musnahkan Barang Bukti, Hancurkan 32 HP dan Bakar 1.772 Lembar Uang Palsu
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 27 Okt 2021
- visibility 2.328
- comment 0 komentar

Kajari Kebumen Drs Fajar Sukristyawan SH MH bersama Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH dan jajaran Forkopimda menunjukkan uang palsu yang akan dimusnahkan. (Foto: Padmo)
Barang bukti 53 perkara yang dimusnahkan terdiri atas perjudian lima perkara, Undang-undang Kesehatan 17 perkara, Narkotika 17 perkara, penipuan dan penggelapan (1). Kemudian perlindungan anak (2), pembunuhan (3), perusakan, percobaan aborsi (1), pencurian (1), eksploitasi secara ekonomi seksual terhadap anak (1) penganiayaan (2), tipiring menjual minuman keras (2).
Uang Rampasan
Himawan Setianto menambahkan, total uang rampasan Rp 22,086 juta, perkara perjudian Rp15,860 juta, narkotika Rp 2,295 juta. Undang-undang Kesehatan Rp 2,931 juta dan perlindungan anak Rp1 juta.

Wabup Hj Ristawati Purwaningsih SST MM melarutkan kosmetik ilegal. (Foto: Padmo)
Adapun total hasil lelang barang rampasan pidana umum Rp 32,115 juta disetor ke kas negara. Sebanyak 14 unit sepeda motor, dua handphone, satu unit sepeda ontel 510 liter BBM Premium. Sedangkan total hasil lelang benda sita eksekusi pidana khusus Rp 5,200 juta, uang hasil penjualan lelang barang sita eksekusi tersebut telah disetor kepada negara melalui Desa/Kecamatan Kutowinangun Kebumen untuk menutupi sebagian uang pengganti.
“Kemudian satu sepeda motor Honda Nopol AA-4065-MM beserta STNK dan BPKB atas nama Surani,” katanya.

Barang bukti judi dadu dimusnahkan. (Foto: Padmo)
Kajari Kebumen Drs Fajar Sukristyawan SH MH menambahkan bahwa pemusnahan barang bukti tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi terhadap barang bukti yang harus dimusnahkan. Sedang barang bukti yang dikembalikan, pihaknya memiliki program Menganti yakni mengantarkan barang bukti sampai ke rumah.
“Seperti sepeda motor, kami mengantarkan barang bukti menggunakan mobil pickup. Jadi pemilik tidak perlu mengambil ke Kejaksaan Negeri Kebumen. Gratis insyaAllah,” ujar Drs Fajar Sukristyawan.







Saat ini belum ada komentar