Kebumen Aktifkan GENTING dan SPGDT, Tekan Angka Hingga 9,17%
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sel, 20 Mei 2025
- visibility 654
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen tak main-main dalam memerangi stunting. Bertempat di Pendopo Kabumian, Selasa 20 Mei 2025, Rembug Stunting digelar dengan fokus pada langkah-langkah taktis dan terukur.
Bupati Lilis Nuryani menegaskan komitmen kuat Pemkab untuk menekan angka stunting, bahkan berharap bisa melampaui target nasional 18% pada 2025.
“Menurunkan stunting adalah tanggung jawab kita bersama demi generasi bangsa,” ujar Bupati Lilis.
Ia lantas memaparkan tiga pilar pendekatan dalam Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN-PASTI): intervensi dari hulu (meliputi remaja, calon pengantin, ibu hamil, menyusui, hingga balita), penguatan kerja lintas sektor, dan intervensi gizi terpadu (termasuk sanitasi, air bersih, dan dukungan sosial).
Tak hanya itu, Pemkab Kebumen juga meluncurkan dua program inovatif: GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Stunting) dan SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu).
GENTING adalah gerakan solidaritas yang mengajak masyarakat menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting, mulai dari ibu hamil hingga balita dari keluarga miskin.
“Satu langkah kecil dari kita, bisa berdampak besar bagi generasi masa depan Kebumen,” ajak Bupati Lilis.
Sementara itu, SPGDT hadir sebagai solusi cepat tanggap layanan gawat darurat, mengintegrasikan ambulans, ketersediaan tempat tidur, kantong darah, dan rujukan antar rumah sakit. Ini adalah bukti komitmen Pemkab menghadirkan layanan kesehatan yang cepat dan menyeluruh.
Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Kesehatan PPKB, dr. Iwan Danardono, menambahkan bahwa stunting adalah masalah gizi kronis yang menghambat perkembangan otak dan tubuh anak, bahkan berisiko terhadap wanprestasi sekolah dan penyakit tidak menular di kemudian hari.
“Dampak stunting serius terhadap masa depan SDM Kebumen,” tegasnya.
Data terbaru menunjukkan progres positif di Kebumen. Berdasarkan aplikasi e-PPGBM, prevalensi stunting di Kebumen hanya 9,17%, jauh di bawah angka nasional (19,8%) dan Jawa Tengah (17,1%) pada 2024. Angka ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab Kebumen dalam upaya penanganan stunting.







Saat ini belum ada komentar