Biadab !!! Kakek 72 Tahun Ini Setubuhi Bocah Berusia 7 Tahun Saat Bermain di Kali

  • Whatsapp
Tersangka dimintai keterangan di Mapolres Kebumen. (Foto: Polres Kebumen)
Tersangka dimintai keterangan di Mapolres Kebumen. (Foto: Polres Kebumen)

SEMPOR (KebumenUpdate.com) – Kekerasan seksual terhadap bocah di bawah umur kembali terjadi di Kebumen. Seorang lansia berinisial SM (72) warga Kecamatan Sempor diduga menyetubuhi bocah perempuan yang masih berusia 7 tahun.

Dugaan tindakan asusila itu dilakukan di sebuah kali dekat rumahnya, Jumat 24 Juli 2020 sekitar pukul 16.00 wib. Untuk memuluskan aksinya, tersangka sempat mengancam korban agar tidak bercerita kepada siapapun termasuk orangtuanya.

Berita Lainnya

Kesakitan, Korban Ceritakan kepada Orangtuanya

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengungkapkan, tersangka ditangkap pada hari Rabu 15 Agustus 2020 berdasarkan laporan orangtua korban. Korban yang kesakitan selanjutnya menceritakan apa yang dialami kepada orangtuanya.

“Setelah kejadian, korban yang masih berumur tujuh tahun itu mengadu kepada orang tuanya. Selanjutnya tersangka kita tangkap berdasarkan laporan orangtua korban,” jelas AKBP Rudy, Sabtu 15 Agustus 2020.

Kepada polisi tersangka melakukan persetubuhan karena tidak ada orang yang melihat. Saat kejadian korban tengah bermain di kali di dekat tersangka saat membetulkan pipa. Niat Jahatnya timbul saat mengetahui di sekitar kali tidak ada orang.

Tersangka Diancam Penjara 15 Tahun Penjara

Saat AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengajak komunikasi tersangka, tersangka kurang begitu merespon karena dimungkinkan pendengarannya yang mulai berkurang faktor usia.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) jo Pasal 76 D UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang undang No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang undang.

Tersangka diancam kurungan penjara paling lama 15 tahun penjara.

“Kepada warga masyarakat, kami berpesan untuk mengawasi anak-anaknya. Terkadang kejahatan bisa dilakukan oleh orang yang dianggap baik,” tandasnya. (win)

Berita Terkait