Harga Cabai Terjaga, Inflasi di Jawa Tengah Terkendali
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 23 Sep 2025
- visibility 777
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi memetik cabai. (Foto: Humas Jateng)
“Setelah pertemuan ini, pahlawan sebenarnya adalah bapak-bapak sekalian, para petani. Kami pemerintah hadir mendampingi agar Jateng benar-benar gemah ripah loh jinawi,” ucapnya.

BI Pastikan Harga Capai di Jateng Terkendali
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, memastikan harga cabai di Jateng masih terkendali. Meskipun harga cabai di Sumatera Barat sempat menyentuh Rp 90.000 per kilogram, di Jateng harga cabai keriting tetap dikisaran Rp 50.000.
Rahmat menjelaskan, cabai keriting dan cabai rawit justru berkontribusi terhadap deflasi pada Agustus 2025, masing-masing minus 0,01 persen dan minus 0,07 persen. Inflasi Jateng tercatat di level 2,48 persen, sedikit di atas inflasi nasional 2,31 persen.
Menurutnya, capaian itu tak lepas dari kontribusi petani dan strategi pengendalian harga melalui pembentukan champion cabai lokal.
“Hingga saat ini, terdapat 15 champion lokal. Enam di antaranya sudah difasilitasi greenhouse sehingga produksi tidak tergantung cuaca,” jelas Rahmat.
Ia berharap champion tersebut mampu menahan sekitar 20 persen produksi cabai Jateng sehingga harga tidak sepenuhnya dikendalikan pengepul dari luar daerah. Selain itu, BI juga mendorong hilirisasi cabai melalui produk turunan seperti cabai kering dan pasta cabai, serta pengembangan aplikasi lelang cabai agar harga ditentukan di Jawa Tengah.
“Dengan strategi ini, kami optimistis harga cabai tetap stabil, inflasi terkendali, dan kesejahteraan petani terjaga. Jangan sampai Jawa Tengah jadi lumbung cabai, tapi harganya tidak terjangkau bagi masyarakatnya,” ungkap Rahmat. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar