Harga Cabai Terjaga, Inflasi di Jawa Tengah Terkendali
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 23 Sep 2025
- visibility 765
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi memetik cabai. (Foto: Humas Jateng)
MAGELANG (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan, pentingnya menjaga harga cabai tetap menguntungkan petani. Harga cabai harus tetap ‘pedas’ begitu panen melimpah. Jangan sampai harganya justru tidak sepedas rasanya.
“Syukurlah, inflasi Jawa Tengah masih terkendali dan menjadi salah satu yang terbaik secara nasional. Ini berkat kerja sama seluruh pihak, termasuk peran besar petani,” ujar Ahmad Luthfi saat menghadiri Gerakan Petani Peduli Inflasi Komoditas Cabai Jawa Tengah di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Senin, 22 September 2025.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi turun ke kebun cabai, menanam dan memetik bersama para petani. Gubernur juga menyerahkan bantuan CSR kepada koperasi tani sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Kelompok Tani Kembang Sari menjadi salah satu bukti suksesnya program Ngopeni Tandur Nglakoni Makmur. Tanaman cabai rawit yang ditanam sejak Agustus 2024, kini berumur 275 hari dan sudah 55 kali dipanen dengan frekuensi setiap lima hari sekali.
Selain itu, Koperasi Pancarga Tani Gemilang yang menaungi 2.000 petani dengan luas lahan 600 hektare mampu memproduksi rata-rata 3.000 ton cabai setiap enam bulan. Keberadaan koperasi ini dinilai strategis karena menjaga stabilitas pasokan cabai sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Program tersebut juga mendapat dukungan dari PT BPR BKK Jateng (Perseroda) yang menyalurkan kredit murah dengan bunga 7,2% per tahun serta bantuan CSR senilai Rp100 juta. Skema pembiayaan yang langsung disalurkan untuk kebutuhan produksi membuat ekosistem pertanian menjadi lebih sehat, transparan, dan berkelanjutan.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah provinsi dan pusat. Kehadiran Gubernur Jateng merupakan kehormatan dan penyemangat.
“Cabai di wilayah ini sudah dirintis sejak 10 tahun lalu, semoga upaya kita membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan petani,” katanya.

Champion Cabe Indonesia Jaga Stabilitas Harga Cabai
Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Agung Sunusi, menegaskan posisi Kecamatan Pakis sebagai sentra utama cabai nasional.
“Di sini ada Champion Cabe Indonesia yang mengatur pola tanam. Dengan koordinasi lintas daerah, Magelang diharapkan mampu menyuplai wilayah-wilayah yang defisit cabai,” jelas Agung.
Sebelumnya, Ahmad Luthfi menegaskan peran penting para “Champion Cabe” yang baru saja dilantik dalam menjaga kestabilan harga cabai, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Ahmad Luthfi mengapresiasi para petani dan champion yang hadir dari berbagai daerah seperti Grobogan, Pekalongan, hingga Magelang. Menurutnya, kegiatan ini awal dari tantangan besar bagi Jawa Tengah sebagai salah satu sentra cabai nasional.
“Para champion yang sudah dilantik hari ini kembali ke daerah masing-masing. Tugasnya memastikan petani kita lebih sejahtera, dan harga cabai bisa lebih tinggi daripada cabainya sendiri. Saat panen melimpah, harus ada konektivitas harga agar rata di seluruh Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi.
Para champion juga didorong membuka pasar di luar Jawa Tengah. Ahmad Luthfi mendorong BUMD, Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB), untuk mengawal dan mewujudkan itu.
“Kalau harga turun, cabai bisa diekspor antarprovinsi, seperti ke Riau, Sumatera Barat, dan Kalimantan Barat. Dengan begitu petani tetap bisa menikmati harga yang layak,” katanya disambut meriah seribuan petani yang hadir.
Selain itu, Gubernur memastikan dukungan permodalan bagi petani melalui program kredit lunak berbunga rendah. Ia juga meminta Dinas Pertanian mendampingi petani dari lahan, bibit, pupuk, hingga pascapanen.








Saat ini belum ada komentar