Gandeng MGEC, STIKES Gombong Gelar Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 20 Jan 2021
- visibility 2.169
- comment 0 komentar

Mahasiswa mengikuti praktik kegiatan BT & CLS dengan menerapkan protokol kesehatan. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Sekretaris Program Studi DIII Keperawatan Bambang Utoyo MKep menambahkan, guna membatasi peserta, pelatihan tersebut dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 13-17 Januari 2021. Sedangkan gelombang kedua akan berlangsung pada 27-31 Januari 2021.
“Dalam proses pembelajaran kami memang meminimalkan kegiatan tatap muka. Kompetensi mahasiswa terpenuhi baik secara teori dan skill melalui aplikasi dan video tutorial,” ujar Bambang Utoyo MKep.
Tolong Nyawa Pasien, Jaga Keselamatan Penolong

Mahasiswa antusias menyimak penjelasan instruktur saat mengikuti praktik kegiatan BT & CLS. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Adapun pelatihan BT & CLS diikuti oleh mahasiswa akhir. Setelah itu mereka akan praktik di ruang gawat darurat. Selain mendapatkan materi terkait penanggulangan gawat darurat secara menyeluruh, para mahasiswa juga diberikan penekanan terhadap protokol Covid-19 dalam penanganan gawat darurat.
“Hal ini demi menolong nyawa pasien termasuk menjaga keselamatan penolong,” ujar Bambang Utoyo menyebutkan saat ini Prodi DIII Keperawatan STIKES Muhammadiyah Gombong memiliki 228 mahasiswa.
Setelah mengikuti pelatihan ini, dia berharap peserta dapat mengaplikasikan di tempat praktik khususnya di klinik gawat darurat. Mahasiswa akan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan dan kesiapan mahasiswa keperawatan khususnya dalam bidang penanganan permasalahan kegawatdaruratan.
“Melalui pelatihan ini diharapkan mewujudkan mahasiswa yang unggul, kompetitif, Islami untuk kemaslahatan umat sesuai visi Prodi DIII Keperawatan,” ujarnya. (smn)







Saat ini belum ada komentar