Gandeng MGEC, STIKES Gombong Gelar Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat

  • Whatsapp
STIKES Gombong
Mahasiswa mengikuti praktik kegiatan BT & CLS dengan menerapkan protokol kesehatan. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Di tengah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum mereda, lembaga pendidikan tinggi termasuk Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Gombong melakukan proses pembelajaran secara daring.

Namun ada beberapa kegiatan yang terpaksa harus dilaksanakan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Salah satunya adalah terkait dengan praktik untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa sesuai program studi masing-masing.

Berita Lainnya

Seperti dalam kegiatan Basic Trauma & Cadiac Live Support (BT & CLS) atau pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan.

Lima Hari, Terapkan Sistem Hybrid 

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari itu menerapkan sistem hybrid. Tiga hari pemberian materi dilaksanakan secara virtual melalui aplokasi Zoom. Baru untuk untuk dua hari terakhir dalam skill station dan evaluasi dilaksanakan secara tatap muka.

Pelatihan yang menggandeng Muhammadiyah Gombong Education and Training Center (MGEC) tersebut diawali dengan technical meeting metode platihan yang berbasis online.

Darsino SKep Ners salah satu trainer dari MGEC menjelaskan, kegiatan tatap muka menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang sangat ketat. Sebelum mengikuti pelatihan, 80 peserta yang terdiri atas 74 mahasiswa ditambah perawat pembimbing mahasiswa di RS Permata Medika, RS Purbowangi dan RSUD dr Sudirman Kebumen dan dosen menjalani screening rapid antigen.

Pelatihan Dibagi Menjadi Dua Gelombang
STIKES Gombong
Mahasiswa antusias menyimak penjelasan instruktur saat mengikuti praktik kegiatan BT & CLS. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Begitu juga para instruktur dan tim MGEC yang terlibat juga melakukan hal yang sama. Selain itu, para peserta mengenakan masker dan face shield, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer.

“Kegiatan ini juga mendapatkan supervisi dari Program Studi dan MGEC,” kata Darsino di sela-sela pelatihan.

Berita Terkait