Desa Seboro Miliki Perajin Kain Tenun, Produknya Tembus Pasar Timur Tengah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 29 Jan 2022
- visibility 3.304
- comment 0 komentar

Ketua TP PKK Kebumen Iin Windarti melihat proses menenun. (Foto: Istimewa)
“Awalnya dari Mas Nanang. Dia belajar tenun di Jepara. Kebetulan istrinya orang sana. Setelah bisa, dia pulang ke Kebumen dan menggerakan masyarakat untuk belajar menenun. Alhamdulillah sekarang sudah ada 30 orang yang ikut sebagai pengrajin,” ujar Nasihin saat menerima kunjungan Bupati Kebumen, Sabtu 29 Januari 2022.
Satu Sarung Dijual Rp 220.000

Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menunjukkan sarung tenun produksi Desa Seboro. (Foto: Istimewa)
Produksi yang dihasilkan berupa sarung dan kain bahan tenun. Dalam sehari satu pengrajin bisa menghasilkan satu sarung. Perhari bisa memproduksi 5 meter kain. Selain sarung, perajin juga membuat baju tenun dan aksesoris tenun lainnya. Satu sarung dijual dengan harga Rp 220.000 dan 1 meter kain Rp 60.000.
“Terus terang untuk bisa mengembangkan kami masih butuh bermodalan. Terutama untuk membeli alat tenun, benang, dan tempat produksinya. Karena tempatnya sempit, banyak warga yang akhirnya buat sendiri di rumah,” jelasnya.
Nasihin menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Kebumen. Dia berharap pemerintah bisa memberikan dukungan untuk kemajuan perajin tenun di Desa Seboro.
“Kami berharap dengan tenun ini bisa semakin banyak memberdayakan masyarakat, sehingga desa kami bisa maju, Sadang terbebas dari kemiskinan ekstrem,” tuturnya.
Pemkab Siap Bantu Permodalan Hingga Pemasaran

Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH melihat proses menenun di Desa Seboro. (Foto: Istimewa)
Selain kain tenun, Desa Seboro dikenal juga dengan penghasil makanan ringan, yakni kacang telor, kemudian penghasil buah kelengkeng, dan juga terdapat wisata embung Selo Asri.







Saat ini belum ada komentar