Bupati Lilis Ajak Masyarakat Jaga “Harta Karun” Kebumen yang Diakui UNESCO
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 18 Apr 2025
- visibility 13.038
- comment 0 komentar

Geosite Watu Kelir di Desa Seboro Kecamatan Sadang. (Foto: Hari)
Sementara itu, General Manager Badan Pengelola Geopark Kebumen, Sigit Tri Prabowo, mengungkapkan bahwa Geopark Kebumen memiliki julukan “The Mother of Earth” karena kekayaan dan keunikan geo diversitas, bio.diversitas, serta warisan budayanya.
“Wilayah Geopark Kebumen meliputi 22 dari 26 kecamatan yang ada di Kebumen, dengan berbagai situs geologi, biologi, dan budaya yang sangat menarik untuk dieksplorasi,” jelas Sigit.
Ia mencontohkan beberapa situs geologi unggulan seperti Lava Bantal dan Rijang Merah di Desa Seboro yang menawarkan pemandangan batuan vulkanik dan lapisan batuan berwarna mencolok, serta situs Watu Kelir yang memperlihatkan pertemuan dua jenis batuan yang berbeda.
“Selain itu, Geopark Kebumen juga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, dengan berbagai spesies flora dan fauna yang hidup di berbagai jenis habitat,” imbuhnya.
Sigit menambahkan bahwa pengembangan Geopark Kebumen juga bertujuan untuk mendorong sektor pariwisata, meningkatkan perekonomian masyarakat, dan melestarikan lingkungan secara berkelanjutan.
Selain Geopark Kebumen, Geopark Meratus di Kalimantan Selatan juga turut ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada kesempatan yang sama. Penetapan kedua geopark ini disepakati secara konsensus oleh 58 negara anggota Dewan Eksekutif UNESCO.
Sebelumnya, Geopark Kebumen dan Geopark Meratus telah masuk dalam nominasi oleh UNESCO Global Geopark Council dalam sidang yang diadakan pada bulan September dan Desember 2024.








Saat ini belum ada komentar