BPJS Kesehatan Kembangkan Beragam Inovasi di Masa Pandemi
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 2 Nov 2021
- visibility 2.583
- comment 0 komentar

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti bersama Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi dalam kegiatan Media Workshop dan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan Tahun 2021. (Foto: Istimewa)
Beri Apresiasi
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan BPJS Kesehatan dalam upaya vaksinasi melalui penggunan aplikasi P-Care Vaksinasi. Selain itu, BPJS Kesehatan juga mendukung terus terjaganya akuntabilitas dan transparansi dalam administrasi klaim Covid-19.
“Penggunaan aplikasi P-Care Vaksinasi membantu kelancaran proses vaksinasi. Kami bersyukur BPJS kesehatan juga mendukung penambahan server. Selain itu, dalam proses verfikasi klaim, BPJS Kesehatan terus meningkatkan akuntabiltas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran klaim Covid-19. Ini juga karena medical record yang dimiliki BPJS Kesehatan cukup rapi, transparan dan akuntabel,” katanya.
Siti Nadia menambahkan, pemerintah masih bekerja keras mengubah status kondisi pandemi Covid 19 di Indonesia menuju endemi. Untuk itu perlu dilakukan kolaborasi bersama baik dari pemerintah, fasilitas kesehatan dan tentu masyarakat.
Berikan Penghargaan
Dalam kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan memberikan penghargaan kepada 20 jurnalis pemenang Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2021. Hal ini diselenggarakan sebagai wujud apresiasi terhadap jurnalis Indonesia yang telah mengedukasi masyarakat tentang Program JKN-KIS lewat karya-karyanya.
“Selamat kepada para pemenang Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2021. Terima kasih telah mengedukasi dan menginsipirasi masyarakat untuk peduli terhadap pentingnya menjaga keberlangsungan Program JKN-KIS,” kata Ali Ghuron Mukti dalam acara yang dihadiri ratusan jurnalis dari seluruh Indonesia secara online tersebut.
Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2021 ini diikuti oleh 153 peserta dari berbagai media massa lokal maupun nasional di Indonesia. Untuk menjaga netralitas dalam melakukan penilaian, nama jurnalis dan media massa pada seluruh karya lomba yang masuk telah dihilangkan sehingga bersifat anonim. (nto)







Saat ini belum ada komentar