Binda Jateng Gelar Vaksinasi Door to Door, Sasar 1.500 Warga Tiga Desa di Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 23 Des 2021
- visibility 1.177
- comment 0 komentar

Binda Jateng gelar vaksinasi door to door di tiga desa di Kebumen. (Foto: Istimewa)
ADIMULYO (KebumenUpdate.com) – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah kembali menggelar vaksinasi Covid-19 secara massal di Kabupaten Kebumen. Setelah menyasar anak-anak usia 6-11 tahun, vaksinasi kali ini secara door to door menyasar warga dewasa termasuk para lansia.
Kepala Binda Jateng Brigjen TNI Sondi Siswanto SH MM menjelaskan bahwa vaksinasi yang dilaksanakan di Kebumen menyasar warga di tiga desa di Kecamatan Adimulyo dengan kuota 1.500 dosis 1 dan 2. Tiga desa yang menjadi sasaran vaksinasi massal door to door adalah Desa Wajasari, Meles dan Caruban.
“Masing-masing desa menyasar 500 dosis vaksin,” ujar Brigjen TNI Sondi Siswanto, Rabu 22 Desember 2021.
Baca Juga: Kapolda Jateng Minta Warga Manfaatkan Vaksinasi Massal Agar Tercipta Herd Immunity
Model vaksinasi jemput bola menjadi strategi Binda Jateng dalam mengejar cakupan vaksinasi. Pasalnya, banyak warga yang belum vaksin dikarenakan memiliki kendala dalam menjangkau lokasi vaksinasi.
“Dengan mendekatkan pelayanan vaksinasi hingga tingkat desa bahkan mendatangi rumah warga, banyak warga terbantu mendapatkan vaksin,” ujarnya.
Brigjen Sondi menambahkan, Binda Jateng menyelenggarakan vaksinasi massal untuk anak-anak 6-11 tahun dan masyarakat secara door to door di tujuh kabupaten di Jawa Tengah. Yakni Banyumas, Banjarnegara, Grobogan, Sragen, Kabupaten Magelang, Kebumen dan Tegal.
“Adapun target vaksinasi sebanyak 13.000 dosis,” imbuhnya.
Arahan Presiden
Adapun lokasi vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Grobogan tepatnya di SD Negeri 12 Grobogon, Kecamatan Grobogan. Kemudian di SDN Kroyo SBI Kecamatan Karangmalang, Sragen.
“Vaksinasi 6-11 tahun merupakan arahan Presiden Jokowi demi menekan angka penyebaran Covid-19. Vaksinasi anak 6-11 tahun dimulai Binda Jateng sejak 14 Desember 2021 di Kabupaten Wonosobo dan Grobogan,” ujarnya.
Baca Juga: Vaksinasi di Pesantren Al Hasani, Begini Reaksi Para Santri
Vaksinasi sangat diperlukan untuk mencegah gejala berat dan kematian anak-anak dan menularan Covid-19 kepada anggota keluarga yang belum dan tidak dapat menerima vaksin. Vaksinasi anak-anak dilakukan dalam rangka mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka SD maupun SMP.
Saat ini varian omicron telah terkonfirmasi masuk ke Indonesia. Namun demikian, masyarakat diminta tidak khawatir dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan melaksanakan vaksin.
“Masyarakat diminta membatasi kegiatan Natal dan tahun baru. Pembelian vaksin lengkap mengurangi gejala berat penderita Covid-19, sehingga mengurangi dampak fatal dari penyintas Covid-19,” tandasnya.







Saat ini belum ada komentar