Banyak Program, Kemiskinan di Kebumen Masih Tinggi. Ternyata Ini Persoalannya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 4 Sep 2019
- visibility 4.659
- comment 0 komentar

Para tukang becak saat antre santunan di Sekretariat Baznas Kebumen. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Kebumen Terancam Termiskin di Jateng
Menurut Gunung, selama ini penanggulangan kemiskinan tidak menyelesaikan data kemiskinan. Semestinya, untuk menyelesaikan kemiskinan, programnya berbasis data. Sehingga dapat terukur setiap tahun berapa capaiannya.
“Dengan sinkronisasi data dan program maka dapat dilihat keberhasilan mengurangi angka kemiskinan secara akurat,” ujarnya
Gunung menyampaikan dengan singkronisasi, program penanggulangan kemiskinan di Kebumen dapat tepat sasaran, tepat waktu, tepat manfaat. “Selama ini program sudah jalan, tetapi masih menggunakan data kemiskinan masing-masing,” katanya.
Baca Juga: Keren, Baznas Kebumen Alokasikan Rp 1,5 Miliar untuk Beasiswa Miskin
Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengungkapkan kemiskinan merupakan salah satu fokus utama penanganan Pemkab Kebumen. Atas pandangan dari pendamping program kemiskinan, Wabup Arif menerima dan akan menindaklanjuti.
“Pihaknya juga bersama perangkat daerah akan memaksimalkan program untuk dapat menekan angka kemiskinan,” ujarnya.
Hingga Maret 2018, tingkat kemiskinan Kebumen masih 17,47 persen atau sekitar 208.660 jiwa. Sejak 2015-2018 angka kemiskinan turun 2,97 persen. Penduduk miskin berkurang sebesar 33.240 jiwa atau rata-rata 11.080 jiwa setiap tahun.
Meski setiap tahun angka kemiskinan menurun, namun Kebumen masih berada di urutan ke dua kabupaten termiskin di Jateng. Bahkan Kebumen terancam menjadi kabupaten termiskin di Jateng menggantikan posisi Wonosobo. (ndo)








Saat ini belum ada komentar