Banyak Program, Kemiskinan di Kebumen Masih Tinggi. Ternyata Ini Persoalannya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 4 Sep 2019
- visibility 4.462
- comment 0 komentar

Para tukang becak saat antre santunan di Sekretariat Baznas Kebumen. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tingginya angka kemiskinan di Kebumen menjadi persoalan krusial. Pemkab Kebumen bukannya tidak bekerja melakukan penanggulangan kemiskinan.
Dana cukup banyak digelontorkan di setiap OPD di jajaran Pemkab Kebumen untuk penanggulangan kemiskinan. Lalu apa masalahnya sehingga, program penanggulangan kemiskinan seperti tidak efektif dalam mengentaskan warga Kebumen dari lubang kemiskinan.
Menurut pegiat pemberdayaan masyarakat dari Forum Masyarakat Sipil (Formasi) Gunung Wiryanto, program yang sudah ada tersebut dinilai masih berjalan sendiri-sendiri tanpa adanya sinergi dan singkronisasi. Menurut Gunung, selama ini program masih sektoral. Untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan perlu adanya sinkronisasi program dari lintas sektoral.
“Adanya sinkronisasi program dan data akan mempermudah proses pengentasan kemiskinan di Kebumen,” ujar Gunung Wiryanto di sela-sela audiensi dengan Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Senin (2/9/2019).
Baca Juga: Baznas Kebumen Salurkan Dana Zakat Rp 806 Juta, untuk Siapa Saja?
Gunung melakukan audiensi bersama para pegiat pemberdayaan masyarakat seperti Pendamping desa, koordinator PKH, TKSK maupun Pamsimas menemui Wabup yang merupakan Ketua tim percepatan penanggulangan kemiskinan di tingkat kabupaten.
“Menurutnya, perlu duduk bersama sehingga target penanggulangan kemiskinan di masing-masing OPD bisa tercapai satu tujuan dengan target pemerintah daerah dalam penanggulangan kemiskinan,” ujar Gunung yang saat ini di Bagian Litbang Formasi.







Saat ini belum ada komentar