Ahmad Luthfi Larang Kepala Daerah Tinggalkan Wilayah Selama Nataru
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 8 Des 2025
- visibility 333
- comment 0 komentar

Ahmad Luthfi memimpin Rakor bersama Forkopimda. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melarang seluruh kepala daerah baik bupati maupun wali kota meninggalkan wilayahnya selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Kebijakan itu sesuai surat edaran Menteri Dalam Negeri agar kepala daerah tetap siaga hingga periode tahun baru berakhir.
Ahmad Luthfi meminta para kepala daerah fokus memantau kondusivitas dan kesiapsiagaan bencana. Ia menyampaikan arahan tersebut usai Rapat Koordinasi bersama Forkopimda Jawa Tengah di Gradhika Bhakti Praja, Senin, 8 Desember 2025.
Dalam rakor tersebut, semua kepala daerah dilarang izin bepergian selama Nataru, termasuk perjalanan luar negeri. Izin hanya memungkinkan bila berkaitan dengan kegiatan dinas yang mendesak dan membutuhkan koordinasi antardaerah.
Menurut Ahmad Luthfi, kepala daerah wajib berada di wilayah masing-masing untuk mengambil keputusan cepat jika terjadi keadaan darurat. Ia menegaskan keberadaan pemimpin daerah sangat dibutuhkan untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat selama liburan panjang.
Mitigasi Bencana Karena Cuaca Ekstrem
Gubernur juga menekankan mitigasi kebencanaan karena cuaca ekstrem dari BMKG masih berpotensi memicu banjir dan longsor di sejumlah daerah. Ia mengingatkan agar kejadian bencana di Cilacap dan Banjarnegara yang menelan korban jiwa tidak terulang kembali.
“Kebencanaan sudah memiliki SOP. Saat tanggap darurat, bupati atau wali kota langsung membentuk Satgas,” kata Ahmad Luthfi.
Satgas tersebut mencakup pengungsian, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, serta unsur pendukung lain agar respons bencana berjalan cepat. Ia juga menyebut Tagana di desa-desa sudah mendapatkan pelatihan sehingga mampu membantu penanganan darurat.
Ahmad Luthfi menutup penjelasannya dengan berharap periode Nataru berlangsung aman. “Doakan tidak ada bencana lagi,” ujarnya.







Saat ini belum ada komentar