Dunia Terbalik dalam Lukisan Kapri
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 23 Agu 2022
- visibility 3.028
- comment 0 komentar

‘Kapri’ Supriyanto bersama karya lukisannya. (Foto: Sigit Tri Prabowo)
Untuk mempermudah pengerjaannya, Kapri selalu membuat sketsa dan pola di atas kertas sebelum kemudian dipindahkan ke permukaan kaca. Karena jenis permukaan kaca yang licin, cat yang bisa dipakai adalah cat minyak.
Sejak Kecil Akrab dengan Wayang

‘Kapri’ Supriyanto bersama karya lukisannya. (Foto: Sigit Tri Prabowo)
Bahwa sebagian besar lukisan Kapri banyak bertema wayang tampaknya tak dapat dilepas dari masa kecilnya. Sejak kecil Kapri sudah akrab dengan wayang kulit. Ayahnya, Widiyarso adalah seorang kepala sekolah sekaligus seorang dalang yang juga memiliki kegemaran menggambar.
“Dari kecil saya sudah hafal tokoh wayang juga akrab dengan bentuk serta motif wayang. Kemampuan ini kemudian diasah lagi ketika saya dikirim pelatihan sungging wayang di Wonogiri. Sepulang dari sana saya putuskan menekuni lukis kaca karena relatif prosesnya lebih bersih dan rapi daripada menyungging wayang,” jelas Kapri.
Baca Juga: 40 Lukisan Dipamerkan di Joglo Prembun
“Biasanya satu karya saya selesaikan dalam waktu tiga hari tergantung dari ukuran dan kerumitannya. Melukis wayang perlu memperhatian ‘pakem’ terkait anatomi tubuh, motif dan pewarnaan. Selain itu juga mesti memiliki pengetahuan lakon pewayangan agar tidak salah menggambarkan adegan,” ungkap Kapri.









Saat ini belum ada komentar